Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dishub Surabaya Integrasikan Suroboyo Bus-Trans Semanggi dengan Trans Jatim, Tarif Bakal Disesuaikan

Hildan Sepka • Selasa, 19 Desember 2023 | 13:47 WIB
LEBIH EFISIEN: Bus Trans Jatim bakal terintegrasi dengan Suroboyo Bus (SB) dan Trans Semanggi Suroboyo (TSS) tahun depan.
LEBIH EFISIEN: Bus Trans Jatim bakal terintegrasi dengan Suroboyo Bus (SB) dan Trans Semanggi Suroboyo (TSS) tahun depan.

SURABAYA - Pemkot Surabaya terus berupaya memaksimalkan moda transportasi umum. Tujuannya membuat warga beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik. Rencananya, seluruh transportasi publik di Surabaya bakal terintegrasi dengan Trans Jatim.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Tundjung Iswandaru mengatakan, angkutan yang akan terintegrasi adalah Suroboyo Bus (SB) dan Trans Semanggi Suroboyo (TSS).

Rencananya, kedua bus itu ada penyesuaian tarif. Sekaligus disesuaikan dengan Trans Jatim. "Bakal terintegrasi. Harganya belum final," ujarnya, Senin (18/12).

Wacana itu tengah digodok. Tundjung masih koordinasi secara internal. Termasuk dengan Dishub Jatim yang mengelola Trans Jatim.

"Kita masih terus komunikasikan bersama Dishub Jatim," ucapnya.

Namun, ada wacana tarif akan jauh lebih murah. Khusus untuk penumpang yang transit. Baik dari SB atau TSS ke Trans Jatim maupun sebaliknya. "Wacananya bisa jadi Rp 2.500 kalau pindah dari SB atau TSS ke Trans Jatim," jelasnya.

Dia mengatakan, integrasi pembayaran sedang dibahas melalui raperda. Progresnya terus positif. Tinggal menunggu legalitasnya. "Artinya, semua sudah sepakat. Muaranya setuju skema satu banding dua," terangnya.

Tundjung menuturkan, setiap penumpang SB atau TSS ditarik tarif normal. Kemudian saat pindah ke Trans Jatim hanya perlu membayar Rp 2.500. Begitu juga sebaliknya.

"Semoga ini dapat menarik penumpang lebih masif, sehingga masyarakat semakin tertarik naik angkutan umum," bebernya.

Menurut dia, skema itu bertujuan supaya memberi kemudahan pelayanan transportasi publik. Agar warga tak lagi mengandalkan kendaraan pribadi. Sekaligus akan menimbulkan efek jangka panjang yang positif.

"Bisa mengurangi kemacetan, menekan angka kecelakaan, menekan polusi, hingga mendongkrak sektor ekonomi. Intinya, pemerintah tidak berorientasi pada profit. Melainkan terus berupaya memberi kemudahan akses bagi masyarakat," katanya. (hil/rek)

Editor : Jay Wijayanto
#dishub surabaya #Trans Semanggi Suroboyo #transportasi publik #pemkot surabaya #Trans Jatim #suroboyo bus