SURABAYA - Pemkot Surabaya berupaya meningkatkan layanan kesehatan. Kebijakan itu berjalan seiring dengan peningkatan pelayanan seluruh puskesmas. Sebab, puskesmas menjadi ujung tombak pelayanan di tingkat kecamatan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Nanik Sukristina mengatakan, target layanan kesehatan secara khusus untuk anak-anak. Sebab, sesuai dengan cita-cita Pemkot Surabaya untuk menjadi kota layak anak.
Dinkes terus berupaya memonitoring tumbuh kembang anak. "Puskesmas ini menjadi kepanjangan tangan," ujar Nanik Sukristina, Senin (4/12).
Dia berupaya menjadikan puskesmas sebagai bagian penting dari kesehatan masyarakat. Utamanya dalam menanggulangi kasus yang banyak muncul di lingkungan.
Sosialisasi dan edukasi terus dilakukan secara bertahap. "Untuk itu, pemkot meminta puskesmas buka selama 24 jam," ucapnya.
Nanik pun mendorong agar kinerja puskesmas selalu prima untuk penanganan kasus anak-anak. Sebab, Kota Pahlawan memasuki musim peralihan. Potensi anak-anak terpapar penyakit lebih tinggi.
"Kondisi cuaca dapat meningkatkan kelembapan lingkungan. Itu dapat mendukung perkembangan kuman-kuman penyakit. Menurut data yang diterima, mayoritas kaitannya dengan kondisi perubahan cuaca, demam, batuk pilek, dan diare," ungkap Nanik.
Kunjungan pasien anak ke puskesmas cukup fluktuatif. Selama sebulan rata-ratanya 10-15 pasien anak. Nanik memastikan seluruh pasien anak yang memeriksakan diri ke puskesmas, nihil kasus berat.
"Misalnya, pneumonia yang terjadi pada anak. Kasus itu di relatif tidak ada. Beberapa puskesmas hampir tidak ada laporan untuk kasus itu," kata Nanik. (hil/rek)
Editor : Jay Wijayanto