Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Urai Kemacetan di Simpang Empat Undika MERR Saat Jam Sibuk, Dishub Kota Surabaya Sudah Siapkan Solusi

Hildan Sepka • Minggu, 3 Desember 2023 | 00:57 WIB

 

SEPI: Jalan Ir Soekarno (MERR) sisi selatan masih cukup longgar ketika siang hari. Namun saat jam berangkat atau pulang kerja, kawasan tersebut menjadi padat. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
SEPI: Jalan Ir Soekarno (MERR) sisi selatan masih cukup longgar ketika siang hari. Namun saat jam berangkat atau pulang kerja, kawasan tersebut menjadi padat. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Kemacetan masih menjadi momok serius di Kota Pahlawan. Arus lalu lintas (lalin) semakin padat.

Selain penambahan volume kendaraan, kepadatan itu karena penyempitan jalan.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Irwan Andeska memetakan sejumlah titik padat di Kota Pahlawan.

Utamanya dia memperhatikan tiga kawasan. Antara lain, Jalan Dr Ir H Soekarno (MERR), Jalan Raya Menganti hingga Lakarsantri, dan bundaran Taman Pelangi. "Hampir semua karena bottleneck," ujarnya, Jumat (1/12).

Dia mengatakan, kawasan MERR terus mengalami kepadatan sejak dibuka penuh 2022 lalu. Salah satu titik kemacetan di simpang empat dekat Universitas Dinamika (Undika). Khususnya saat jam sibuk.

"Antrean kendaraan bisa mencapai 1 kilometer. Kita juga memantau kepadatan juga sering terjadi di simpang empat yang berdekatan dengan kantor KONI. Titik itu macet pada pukul 06.00-08.00 dan pukul 16.00-18.00," paparnya.

Irwan menyebut faktor penyebab peningkatan volume kendaraan di jalanan Surabaya. Khusus ruas Jalan MERR menuju arah selatan, pada 2019, rata-rata kendaraan bermotor yang melintas per jam sebanyak 3.924 unit.

"Tahun lalu angka itu naik hingga 122,3 persen. Artinya, per jam yang melintas sebanyak 8.726 kendaraan. Sedangkan untuk arah masuk ke kota, juga ada kenaikan, tapi hanya 77,3 persen," bebernya.

Penyebabnya itu banyak. Salah satu faktor kepadatan di Jalan MERR, katanya adalah volume kendaraan yang bertambah. Ruas jalan itu menjadi akses keluar dan masuk masyarakat sejak dibuka.

"Untuk kepadatan, faktornya banyak. Misalnya, adanya penyempitan jalan dan banyaknya akses keluar masuk yang langsung terhubung ke jalan. Juga, akses putar balik yang memaksa kendaraan harus antre," terang Irwan.

Dishub berencana mengurai kemacetan itu. Pihaknya menerjunkan petugas di kawasan MERR tiap pagi dan sore.

Petugas pun memantau lalu lintas lewat Surabaya Intelligent Traffic System (SITS). "Kita bisa respons cepat tanggap saat terjadi sesuatu yang terjadi di jalan," ungkap Irwan.

Sementara itu, Kepala Dishub Surabaya Tundjung Iswandaru sudah menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan Jalan MERR.

Dia menargetkan, solusi tersebut diterapkan tahun depan. Salah satunya adalah normalisasi jalan.

"Kami sudah bicara dengan OPD terkait. Jadi, nanti dilakukan normalisasi jalan. Lebar jalan yang mengalami bottleneck akan disamakan dengan yang lain. Semoga 2024 nanti terealisasi," beber Tundjung.

Dia mengatakan, normalisasi jalan itu akan memangkas median jalan. Sebab, lebar beberapa ruas Jalan MERR beragam. Yakni, tiga lajur dan dua lajur. "Ini membuat kendaraan tersendat," imbuhnya. (hil/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#merr #dishub kota surabaya #kemacetan #Simpang Empat