SURABAYA – Satu per satu destinasi wisata kota lama di Surabaya terwujud. Salah satunya adalah Pos Bloc. Konsepnya mengusung area terbuka dengan menggandeng pelaku UMKM.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Menteri BUMN Erick Thohir meresmikan tempat itu, Kamis (16/11). Acara itu bertajuk Anjangsana Pos Bloc.
Mereka meninjau finalisasi lokasi yang digadang menjadi potensi wisata baru di wilayah Surabaya Utara itu.
Pos Bloc Surabaya memanfaatkan aset bersejarah. Lokasi itu semula adalah Gedung Kantor Pos era Hindia Belanda. Pos Bloc itu terluas dibandingkan kota yang lain sekitar
Gedung itu dibangun pada tahun 1800-an. Awalnya gedung ini merupakan Kantor Bupati Surabaya, setelah itu beralih menjadi HogereBurgerschool (HBS) atau sekolah anak bangsawan Eropa hingga 1923.
Salah satu siswanya adalah Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno.
Gedung itu direnovasi pada 1926 silam. Kemudian beroperasi menjadi Kantor Pos Kebonrojo Surabaya hingga sekarang.
Pemkot Surabaya menangkap sinyal itu, sehingga mendorong menjadi destinasi wisata yang mengusung konsep anyar.
Proses renovasi Pos Bloc berjalan sesuai jadwal. Sebab ditargetkan rampung pada November. Sedangkan proses pengerjaan sudah berjalan sejak Februari lalu.
ET sapaan Erick Thohir mengatakan, itu merupakan upaya pemanfaatan bangunan heritage. Pengembangan gedung lawas itu menjadi creativehub.
Peresmian itu menjadikan Pos Bloc keempat yang dibangun PT Pos Properti. "Kita sudah resmikan Pos Bloc di Jakarta, Bandung, dan Medan," ujarnya, Kamis (16/11).
Katanya, itu strategi mengoptimalkan dan transformasi aset. Target marketnya adalah generasi milenial dan generasi Y. Pos Bloc itu adalah proyek cipta ruang hasil kolaborasi berbagai pihak.
"Creativehub ini rencananya akan dimanfaatkan juga untuk berbagai acara seni, budaya, hiburan, pertemuan komunitas kreatif, dengan tujuan utama untuk pemberdayaan bisnis lokal hasil kreasi pelaku industri kreatif Indonesia," papar ET.
Mengoptimalkan aset BUMN adalah bagian dari program kerjanya. Selain itu, ET berupaya mendekatkan BUMN dengan masyarakat perkotaan. Rencananya itu sejalan dengan komitmen Pemkot Surabaya untuk membangun kota tua.
"Di sini aset BUMN dikelola profesional. Karena problemnya adalah kalau membangun perawatannya tidak baik. Sejak awal menekankan pembangunan aset yang berkelanjutan dan optimal," urai Erick.
Programnya itu bakal dievaluasi dalam waktu 1-2 tahun. ET bakal mengoptimalkan aset lain saat hasilnya memuaskan.
Dia bersama Pemkot Surabaya sepakat untuk menyulap aset yang lain dengan mengusung community center.
"Nanti saya cek. Karena ini bisa menumbuhkan ekonomi Kota Surabaya. Kalau setelah 1-2 tahun hasil evaluasinya bagus, kita teruskan pengembangan," bebernya.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berharap lahirnya Pos Bloc dapat bermanfaat. Selain itu mendorong industri kreatif di Kota Pahlawan. Sekaligus menjadi wadah untuk menggerakkan milenial.
"Kami berterima kasih kepada Pak Menteri karena langsung memberikan support dan ada program mengoneksikan seluruh gedung BUMN di sini untuk bergerak secara profesional," terang Cak Eri, sapaan karib Wali Kota Surabaya.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Wiwiek Widayati menuturkan, Pos Bloc merupakan langkah pemkot untuk menciptakan Suroboyo Kutho Lawas.
Targetnya gedung heritage di wilayah utara. Salah satunya adalah aset milik PT Pos Indonesia itu. "Kita bikin konsepnya mirip seperti M Bloc di Jakarta, ruang terbuka untuk anak muda. Kita berikan tempat untuk pelaku UMKM," imbuhnya. (hil/opi)
Editor : Nofilawati Anisa