Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Begini Nasib Bocah SD Penjual Pentol di Surabaya setelah Videonya Viral

Hildan Sepka • Senin, 13 November 2023 | 05:01 WIB
SOLUSI: Dinas Pemberdayaan, Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Surabaya kunjungi rumah Vernando. (IST)
SOLUSI: Dinas Pemberdayaan, Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Surabaya kunjungi rumah Vernando. (IST)

SURABAYA - Vernando Rido Wijaya memilih berhenti berjualan pentol di depan kantor Kelurahan Putat Jaya, Surabaya.

Tindakan itu dia ambil seusai video konten kreator yang merekamnya, viral di media sosial.

Pemkot Surabaya pun gerak cepat alias gercep memberi pendampingan psikologis dan intervensi keluarga.

Kepala Dinas Pemberdayaan, Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya, Ida Widayanti menyebut, pemkot melakukan pendekatan pasca video itu muncul di media sosial.

Kondisi keluarga yang menyebabkan Rido memutuskan berjualan pentol. Dia ingin mengikuti jejak kakaknya yang lebih dulu berjualan untuk membantu keluarga.

"Informasinya ada penjual juragan pentol ini yang memberdayakan anak-anak. Jadi anak-anak itu diajak berjualan pentol. Nah, karena kebutuhan, Rido ini mau-mau saja," ujarnya, Minggu (12/11).

Beban yang dipanggul Rido cukup berat. Orang tuanya sudah berpisah. Ditambah lagi pekerjaan ayahnya sebagai kuli bangunan tidak menentu.

"Anak ini tinggal bersama kakak, ayah kandung, dan tantenya di Gadel Sari Tama, Kelurahan Karangpoh, Kecamatan Tandes Surabaya. Sementara ibu kandungnya tinggal di Malang," ungkap Ida.

Ida menjelaskan kronologi video bocah penjual pentol itu viral. Menurut pengakuan Rido, Ida menyampaikan, pada Rabu (1/11) sekitar pukul 15.00 WIB lalu, Rido berangkat bersama tantenya menuju depan Kelurahan Putat Jaya untuk berjualan pentol.

"Saat sedang menunggu gerobak datang, tante Rido mendapatkan kabar dari juragan pentol bahwa akan ada konten kreator yang akan meliput. Rido pun bersedia untuk dilakukan pembuatan video," papar Ida.

Selang satu jam, juragan pentol mengantarkan gerobak jualan Rido. Juragan itu mengkonfirmasi kembali terkait pembuatan video bersama konten kreator.

Lalu pada pukul 19.00 WIB, konten kreator tersebut datang dan sempat berkomunikasi dengan tante Rido untuk pembuatan video.

"Jadi Rido ini mendapatkan tawaran sebagai penjual pentol dari tantenya. Saat videonya viral, Rido mengaku dimarahi dan dilarang berjualan oleh ayahnya. Sehingga saat ini Rido memutuskan untuk tidak kembali berjualan," bebernya.

Harianto, ayah Rido mengetahui video anaknya viral. Sehingga meminta anaknya untuk berhenti berjualan dan fokus sekolah saja. Hingga, siswa SDN Gadel II Surabaya itu mendapat perhatian pemkot.

Ida memberikan pendampingan psikologis. Tujuannya agar Rido tidak berjualan lagi. Upaya ini sudah berjalan sejak, Jumat (3/11) lalu.

"DP3A-PPKB dan Dinas Pendidikan juga menyampaikan agar tidak jualan dan Rido mau, sudah tidak jualan," katanya.

Pemkot pun memberikan intervensi. Kata Ida, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya menawarkan pekerjaan. Tentu sesuai keahliannya.

"Jadi selain pendampingan psikologis, tawaran pekerjaan untuk ayah Rido, rumah tidak layah huni (rutilahu), Pemkot Surabaya juga memberikan intervensi terkait kebutuhan sekolah Rido," imbuhnya. (hil/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#viral #bocah sd #penjual pentol #Radar Surabaya #Berita Radar Surabaya Terkini