Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ada Semangat Kepahlawanan Haji Agus Salim di Balai Pemuda Surabaya, Ayo Merapat

Rahmat Sudrajat • Jumat, 3 November 2023 | 16:21 WIB
LUKISAN PAHLAWAN: Pengunjung mengamati karya lukis dengan gambar pahlawan nasional, yang dipajang di Galeri Merah Putih, Alun-Alun Kota Surabaya, Kamis (2/10). (ANDI SATRIA/RADAR SURABAYA)
LUKISAN PAHLAWAN: Pengunjung mengamati karya lukis dengan gambar pahlawan nasional, yang dipajang di Galeri Merah Putih, Alun-Alun Kota Surabaya, Kamis (2/10). (ANDI SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Dengan mengusung tema spirit harus dikobarkan untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan kepada siapa saja, 32 karya lukisan dipajang di Galeri Merah Putih, Kompleks Balai Pemuda Surabaya, Kamis (2/11).

Exhibition Art-i itu bisa diartikan sebagai makna kehidupan yang berasal dari karya para guru-guru seni budaya di Surabaya dari SD sampai SMA.

Berbagai macam lukisan ditampilkan, seperti lukisan tokoh nasional Haji Agus Salim dengan judul The Grand Old Man.

Lukisan karya Edy Marga itu bergaya realis dengan media cat air di atas kertas.

Menurut Edy Marga, sosok Agus Salim telah menorehkan jasa besar terhadap berdirinya republik ini.

Terutama sepak terjangnya di dunia diplomasi internasional sehingga kerap disebut di galeri "The Grand Old Man" sesuai dengan judul lukisan yang ia angkat.

"Karena bulan November ini Hari Pahlawan, jadi saya melukis tentang spirit kepahlawanan seperti Haji Agus Salim," kata Edy Marga.

Tak hanya itu, ia juga melukis tentang tentara Jepang yang patah semangat.

Namun dibalik patah semangatnya tentara Jepang ada semangat bangsa kita yang merdeka.

"Jadi semangat perjuangan ini yang saya tampilkan dalam berkarya," ujarnya.

Ketua kelompok Art-i sekaligus panitia, Budi Santoso mengatakan selain sebagai sarana ekspresi dan kreativitas, pameran ini digunakan sebagai sarana menginspirasi siswa-siswa.

"Sekaligus Kami ingin mengajarkan nilai-nilai kehidupan lewat tema karya lukisan yg kami pamerkan," terang Budi Santoso.

Seperti kata-kata bijak, meraih lebih mudah daripada mempertahankan, begitu pula dengan pameran kelompok Art-i kali ini.

Ternyata tak gampang untuk melaksanakan pameran yang kedua setelah pameran yang pertama tahun 2022.

"Kesibukan baru serta liku kehidupan membuat semua menjadi berwarna dan penuh cerita yang bisa dimaknai," ujarnya.

Sementara itu, salah satu pengunjung, Ariani Dwi Nabila mengaku lukisan-lukisan yang dipamerkan sangat bagus, karena ia suka seni lukisan naturalis dan realis.

"Bagus karya lukisannya mengandung arti tersendiri," ujar Ariani.

Siswa kelas 10 itu berharap pameran lukisan di Surabaya harus diperbanyak agar menginspirasi para siswa lainnya.

Apalagi lukisan yang ia lihat merupakan lukisan guru.

"Ya karena di Surabaya lihat lukisan gak bayar, harusnya diperbanyak pamerannya agar menginspirasi," pungkasnya. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Galeri Merah Putih #Komplek Balai Pemuda Surabaya #Pameran Lukisan di Surabaya #Berita Radar Surabaya Terkini