SURABAYA - Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya jenjang SMA/SMK se-Kota Surabaya menciptakan ruang bagi para siswa untuk berekspresi lewat Welcoming Teachers Day Art & Exhibition di Alun-Alun Surabaya, kompleks Balai Pemuda.
Berbagai karya seni seperti patung keramik, lukisan tekstil dan makram batik dipamerkan sampai 29 Oktober.
Pameran tersebut merupakan hasil karya dari murid-murid dan guru dari 14 SMA dan 1 MTsN yang ada di Kota Surabaya.
Ketua MGMP Seni Rupa Paulina Soesrihandajani mengatakan, acara tersebut juga memberikan ruang bagi para pegiat seni drama, tari, serta musik untuk tampil di panggung utama.
Menurut dia, pihaknya selalu memotivasi para murid untuk terus giat dalam berkesenian serta mengantarkan para murid untuk mendapatkan ruang atau tempat di luar sekolah.
"Memang namanya sekolah, kita harus memberikan laporan kepada orang tua dan masyarakat. Kita mengajarkan ini dan hasilnya ini. Jadi, tidak hanya sebatas rapor saja," kata Susri, sapaan Paulina Soesrihandajani, Rabu (25/10).
Kegiatan rutin itu sempat terhenti selama pandemi.
Kini dihidupkan lagi dan antusiasme sekolah-sekolah dinilai sangat bagus.
Susri berpesan kepada para seniman agar tidak menyepelekan kesenian meskipun itu bukan kebutuhan primer.
"Semoga seni dapat selalu ada di hati mereka, membantu setiap prosesnya sehingga tidak fokus mencari nilai saja," pungkas Susri. (waf/jih/rek)
Editor : Nofilawati Anisa