SURABAYA - Dini Sera Afrianti alias Andini, korban tewas dugaan penganiayaan sudah berpacaran dengan terduga pelaku penganiayaan, R, selama lima bulan.
"Korban dan R menjalin hubungan lima bulan. Teman baik atau pacaran," ujar kuasa hukum keluarga korban, Dimas Yemahura Alfaraouq, Kamis (5/10).
Dimas menjelaskan, Dini merupakan perempuan asal Sukabumi, Jawa Barat.
Dini memiliki seorang anak berusia 12 tahun. Sang anak tinggal di Sukabumi, Jawa Barat.
"Sejak awal lahir dia tinggalkan anak untuk cari nafkah, ujung-ujungnya 12 tahun belum ketemu lagi anaknya, sudah meninggal dunia," terangnya.
Di Surabaya, kata Dimas, korban bekerja. Pekerjannya ganti-ganti.
Sebelumnya korban juga pernah mendapat tindakan dugaan penganiayaan dari terduga pelaku.
"Pernah beberapa kali saudara Andini mengalami hal seperti ini. Tapi yang paling parah Andini sampai korban mengirimkan voice note (penganiayaan) ke salah satu teman," bebernya.
Seperti diberitakan sebelumya, Dini Sera Afrianti, 28, alias Andini, seorang tamu karaoke di salah satu tempat karaoke di Jalan Mayjen Jono Soewojo, Surabaya Barat, diduga dianiaya oleh kekasihnya, R.
Penganiayaan tersebut hingga menyebabkan perempuan asal Sukabumi, Jawa Barat itu, tewas.
Dimas mengatakan, dugaan penganiayaan terhadap korban asal Sukabumi terjadi di tempat karaoke kawasan Jalan Mayjen Jono Soewojo, Rabu (4/10) dini hari.
Korban saat itu sudah dalam kondisi tak berdaya dan tergeletak di basement.
Oleh terduga pelaku, Andini hendak ditinggal. Namun, petugas keamanan setempat mengingatkan R untuk membawa korban.
Kemudian korban dibawa R menuju apartemen di kawasan Lontar, Surabaya Barat.
"Oleh R, Andini dimasukkan bagasi mobil belakang dibawa ke apartemen. Di sana kondisi semakin buruk, kemudian baru dibawa ke rumah sakit," ujar Dimas.
Tiba di rumah sakit yang tak jauh dari apartemen, ternyata korban sudah tidak bernyawa.
Kemudian jasad dibawa ke RSUD dr Soetomo, Surabaya untuk keperluan otopsi.
"Hasil otopsi belum menerima. Tapi kami punya hasil analisis pada saat korban sebelum dimasukkan kamar mayat, ada luka di paha kanan kiri parah lebam, sekujur kaki, tangan kanan kiri lebam parah dada dan muka," sebutnya.
Atas kasus ini, lanjut Dimas, pihak keluarga sudah melaporkan R terduga pelaku ke Polrestabes Surabaya atas dugaan penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain dan pembunuhan.
"Jadi begini R ini dikaitkan hubunganya dengan korban, R masih pacarnya Dini. R ini anak salah satu pejabat angota dewan DPR RI," tegasnya. (rus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa