Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pabrik Bir Pertama di Surabaya (22) Hanya Bangunan Kantor yang Masih Asli

Rahmat Sudrajat • Jumat, 29 September 2023 | 03:05 WIB
BANYAK YANG DIUBAH: Bekas pabrik bir di Jalan Ratna ini masuk dalam bangunan cagar busaya tipe c. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
BANYAK YANG DIUBAH: Bekas pabrik bir di Jalan Ratna ini masuk dalam bangunan cagar busaya tipe c. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Bangunan pabrik bir di Jalan Ratna, Ngangel, mengalami perubahan hampir keseluruhan. Terutama di bagian pabrik pembuatan atau produksi bir yang diubah fungsinya untuk menjadi kompleks pertokoan saat ini.

Pengamat sejarah Handinoto mengatakan, bangunan yang tidak berubah di bagian depan yang merupakan kantor administrasi pabrik bir ketika itu. Sedangkan untuk bagian pabriknya sudah berubah.

"Kalau saya melihatnya sudah berubah total yang bagian belakang atau sekitarnya, dimana tempat itu merupakan area produksi bir. Cuma di bagian depannya yang dipertahankan," kata dosen Arsitektur UK Petra tersebut.

Dengan perubahan secara fungsi dari bangunan pabrik bir menjadi kompleks pertokoan AJBS, menurutnya mempengaruhi tipe cagar budaya tersebut. Apalagi perubahan itu dilakukan tidak memiliki historis yang tinggi, karena peruntukan hanya sebagai pabrik bir yang kala itu terbesar di Surabaya.

"Tipenya kalau nggak salah tipe c bangunan cagar budaya karena hanya pabrik. Artinya nilai sejarahnya kurang. Cuma ketika itu pabrik bir itu terbesar di Surabaya," jelas Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Surabaya tersebut.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bangunan-bangunan cagar budaya bertipe A tidak boleh diubah secara total, sedangkan B masih boleh dilakukan perubahan namun untuk bangunan inti tidak boleh diubah. Sedangkan bangunan tipe C sendiri mengalami perubahan namun masih tersisa bekas bangunan dulunya.

Penetapannya cagar budaya bangunan itu sekitar tahun 2009, sedangkan bangunan tersebut telah ditempati menjadi pertokoan sekitar tahun 2001. "Kalau nggak salah ditetapkan dulu baru kemudian digunakan untuk kompleks pertokoan. Karena mengalami perubahan tanpa mengubah bangunan inti saya kira nggak apa-apa," pungkasnya. (bersambung/rmt/nur)

 

Editor : Jay Wijayanto
#pabrik bir tertua di dunia #pabrik bir tertua #Pegiat Sejarah Surabaya #pabrik bir dibangun biarawan #sejarah Surabaya