SURABAYA - Polisi masih memburu dua pelaku begal yang berperan sebagai eksekutor di Jalan Satelit Utara, Surabaya.
Dua pelaku tersebut sempat dicari polisi di tempat tinggal mereka di kawasan Tandes. Namun, keduanya tidak ada.
"Mohon doa. Keduanya sudah kami identifikasi," ujar Kanit Reskrim
Polsek Tandes Iptu Edi Octavianus Mamoto, Minggu (17/9).
Iptu Edi menambahkan, pelaku yang berperan sebagai eksekutor sudah beraksi di dua lokasi berbeda berdasarkan laporan polisi (LP) yang diterima.
Salah satunya di Jalan Tandes Lor. Namun, diduga kuat selain beraksi di Tande, spelaku juga beraksi di Asemrowo dan Sukomanunggal.
"Sasaran mereka random. Pengendara motor yang keluar malam hari," beber Edi.
Sebelumnya, Fajar, 20, menjadi korban pembegalan di Jalan Satelit Utara, Surabaya. Tersangka Ahmad Toha, 19, warga Jalan Balongsari Blok 5-H, Tandes, dicokok polisi.
Tersangka diringkus setelah diburu selama satu bulan lebih. Sementara dua pelaku lainnya berinisial B dan A masih dalam pengejaran polisi.
Kapolsek Tandes Kompol Zulkifli Ahyat Musa mengatakan, terungkapnya kasus pencurian dengan kekerasan bermula dari penyelidikan anggotanya terkait adanya aksi begal yang video pelakunya viral terekam CCTV di Jalan Satelit Utara, Rabu (26/7).
Komplotan pelaku saat itu berhasil merampas motor Honda Vario 160 milik Fajar, 20, pemuda asal Jombang, yang tinggal di Balongsari.
Setelah diselidiki, ciri-ciri pelaku yang berjumlah tiga orang diketahui dan berhasil diidentifikasi. "Satu tersangka berhasil ditangkap. Tersangka AH tinggal di Balongsari," ujarnya.
Tersangka Ahmad Toha saat beraksi berperan sebagai joki motor Honda PCX. Dia beraksi bersama dua pelaku lain (eksekutor) yang saat ini masih dalam pengembangan.
Modusnya, tersangka mencari sasaran random dan mengintai calon korbannya pada malam hari. "Korban sempat diancam menggunakan senjata tajam. Lalu motor dirampas," katanya. (rus/rek)
Editor : Nofilawati Anisa