Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

FAKTA! Kualitas Udara Surabaya jadi yang Terbaik di Indonesia sesuai Data Kementerian LHK

Hildan Sepka • Jumat, 15 September 2023 | 14:43 WIB
DETEKSI POLUSI: Salah satu alat indikator kebersihan udara di Jalan Walikota Mustajab, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
DETEKSI POLUSI: Salah satu alat indikator kebersihan udara di Jalan Walikota Mustajab, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Masyarakat Kota Surabaya bisa bernapas lega. Sebab, capaian indeks kualitas udara (IKU) Kota Pahlawan cukup positif. Data itu tertuang dalam IKU milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Data itu menyebutkan, kualitas udara Kota Surabaya menunjukkan skor IKU 23. Berarti kadar polutannya minim.

Berdasar Peraturan Menteri LHK Nomor 14 tahun 2020, parameter 0-50 baik, 51-100 sedang, 101-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan 300+ berbahaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, Kota Surabaya menduduki urutan pertama dari 10 daerah lain di Indonesia. Rekor itu karena beragam program dan upaya untuk menjaga lingkungan. Sehingga kualitas udara makin membaik.

"Berperan menjaga lingkungan dengan memperbanyak ruang terbuka hijau (RTH)," ujarnya, Kamis (14/9).

RTH adalah salah satu upaya Pemkot Surabaya mewujudkan udara bersih dan lingkungan hijau dan asri. Karena itu, Cak Eri meminta setiap rumah atau tempat bangunan wajib memiliki RTH.

Papan Indeks Kualitas Udara di Surabaya yang mayoritas hijau. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
Papan Indeks Kualitas Udara di Surabaya yang mayoritas hijau. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Dorongan itu sebagai bentuk upaya menjaga IKU di Kota Surabaya tetap sehat. "Harus diimbangi dengan program lainnya yang berkaitan," tuturnya.

Cak Eri juga mendorong peningkatan uji emisi kendaraan bermotor. Dia bakal mengukur waktu berhenti di traffic light. Pengaturan waktu lampu lalu lintas diharapkan mampu membantu menekan polusi. "Semakin lama berhentinya, maka polusi udara semakin banyak," ungkapnya.

Menurut dia, upaya itu tak cukup karena perlu beriringan dengan perubahan mobilitas warga. Sehingga, dia mencermati perlu adanya rotasi waktu mobilitas masyarakat di Kota Surabaya. "Agar tidak menimbulkan penumpukan kendaraan di jalan," jelasnya.

Dia menerapkan tips jitu untuk mengurangi mobilitas masyarakat. Eri mengawali dari rotasi jajaran Pemkot Surabaya dengan cara menempatkan pegawai untuk berkantor dekat dengan kawasan rumahnya.

"Jadi, misalnya rumah dia di utara, maka dia menjadi pegawai kecamatan atau dinas yang ada di kawasan utara. Kecuali, kalau memang ada di pusat kota. Itu yang kita lakukan. Semoga perusahaan-perusahaan juga selalu punya komitmen yang sama untuk menjaga lingkungan,” harapnya. (hil/rek)

Editor : Jay Wijayanto
#surabaya #Indeks kualitas udara #polusi udara #klhk #pemkot surabaya #Eri Cahyadi #walikota surabaya