Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Arsisketour Sambang Ke Surabaya, Rekam Gedung Heritage Lewat Sketsa

Hildan Sepka • Senin, 4 September 2023 | 22:18 WIB
ABADIKAN WARISAN MASA LALU: Sejumlah anggota komunitas Arsisketour menggambar gedung-gedung heritage di kawasan Jalan Kembang Jepun dan sekitarnya, Minggu (3/9). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
ABADIKAN WARISAN MASA LALU: Sejumlah anggota komunitas Arsisketour menggambar gedung-gedung heritage di kawasan Jalan Kembang Jepun dan sekitarnya, Minggu (3/9). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Puluhan pegiat gambar sketsa yang tergabung dalam Arsisketur tiba di Surabaya. Mereka merekam sisi sejarah gedung heritage Kota Pahlawan. Kegiatannya itu sekaligus silaturahmi dengan kawan seperjuangan.

Koordinator Arsisketur Indonesia Leonardo Sapto Anggoro mengusung tema Tilik Sedulur. Mereka berasal dari Semarang. Kegiatan itu dalam rangkat HUT ke-11 komunitasnya. "Berniat untuk mengunjungi dan silaturahmi saudara yang di Surabaya," ujarnya saat menggelar kegiatan di kawasan Kota Lama Surabaya sekitar Jembatan Merah, Minggu (3/9).

Mulanya semua anggota berkarya di Semarang. Tapi beberapa lainnya, melanjutkan karir di Surabaya. Kendati terpisah, aktivitas sketsa (nyeket) terus digiatkan. "Ini momen mengenang saat masih bersama. Kawan seperjuangan saat itu," tutur Lebon, sapaannya.

Anggota komunitasnya didominasi lulusan arsitektur. Termasuk Lebon, alumni salah satu kampus di Semarang. Sketsa adalah hal dasar yang dipelajarinya sejak lama. "Terbiasa, lama-lama jadi hobi," terangnya.

Dia cukup puas nyeket di Surabaya. Waga sekitar pun antusias. Mereka sesekali melihat prosesnya. Dia duduk bersila di tepian area Taman Sejarah. Matanya tajam mengarah ke Gedung Cerutu, tepat di seberangnya. Sketsanya cukup menggambarkan bangunan heritage itu.

"Tantangan nyeket itu ndak perlu sama persis, tapi yang melihat sudah kebayang tentang gambar itu. Sketsa itu ndak ada benar dan salah. Karena ini dasar dari sebuah karya," jelasnya sembari mewarnai sketsanya dengan cat air.

Lebon bersama 40 anggotanya menyebar dan nyeket di beberapa titik. Antara lain, Jalan Panggung, Jalan Kembang Jepun, Jembatan Merah, Jalan Rajawali, hingga Jalan Garuda. "Rencananya ada dua sesi, nanti sore," ucapnya.

Sesi kedua mereka bergeser menuju Jalan Tunjungan. Lebon menjelaskan, peserta menyeber di sepanjang jalan itu. Ada lima objek sketsanya. "Gedung Siola, Rabo Bank, Locahands, Hotel Majapahit, terakhir Gedung Seiko itu," bebernya.

Selain silaturahmi, Lebon berupaya untuk merekam jejak sejarah di Surabaya. Khususnya gedung heritage yang tersebar di Kota Pahlawan. Karena dia menilai, kegiatannya mampu membantu pemerintah untuk mengenalkan sejarah pada anak muda.

"Pernah di Kota Tua Semarang, ada salah satu gedung roboh tertimpa pohon. Pemerintah bertanya pada kami, apakah sempat menggambar gedung itu," kenang Lebon.

Sejak itu, dia lebih giat untuk nyeket gedung heritage. Karena melalui kegiatannya itu mampu menjawab eksistensi sejarah sebuah kota. Medianya untuk mendokumentasikan itu cukup sederhana. (hil/nur)

Editor : Jay Wijayanto
#bangunan bersejarah #heritage surabaya #sketsa bersejarah