Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Lokomotif Pertama di Indonesia jadi Monumen Bersejarah di Stasiun Gubeng

Rahmat Sudrajat • Rabu, 23 Agustus 2023 | 21:59 WIB
IKON BARU: Monumen lokomotif bersejarah yang menjadi ikon baru Stasiun Gubeng. (Suryanto/Radar Surabaya)
IKON BARU: Monumen lokomotif bersejarah yang menjadi ikon baru Stasiun Gubeng. (Suryanto/Radar Surabaya)

SURABAYA - Lokomotif D 301 80 yang menjadi loko pertama dalam pengoperasian kereta api di wilayah kerja perkeretaapian Indonesia mulai tahun 1962, dan melayani penumpang dan barang di Jawa maupun Madura saat ini dipajang di halaman Kantor Daop 8 Surabaya.

Hadirnya monumen lokomotif menambah kesan heritage perkeretaapian yang panjang di tanah air. Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo bersama jajaran Direksi KAI dan EVP Daop 8 Surabaya Joko Widagdo serta manajemen Daop 8 Surabaya, meresmikan monumen Lokomotif D 301 80 di halaman Kantor KAI Daop 8 Surabaya, Selasa (22/8).

Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif mengatakan proses seluruh pengerjaan dimulai sejak bulan April lalu. Pembangunan monumen ini dilatarbelakangi sebagai wujud untuk mengenang beroperasinya lokomotif seri D 301 80 di wilayah kerja perkeretaapian Indonesia mulai tahun 1962.

Pada tahun 1962-1963, lokomotif dengan berat 28 ton dan bermesin hidrolis seri 2W1L4-15 yang memiliki daya 340 tenaga kuda, didatangkan dari Pabrik Fried Krupp Jerman oleh Djawatan Kereta Api (DKA) sebanyak 80 lokomotif secara bergelombang.

"Kehadiran lokomotif ini pada zamannya untuk melayani kereta api penumpang maupun barang di wilayah pulau Jawa dan Madura. Dengan kekuatan tersebut, lokomotif ini mampu melaju hingga kecepatan 50 kilometer perjam," kata Luqman.

Tahun 2014 lokomotif ini dinyatakan tidak siap operasi. Melihat situasi tersebut, KAI Daop 8 Surabaya berinisiatif untuk menjadikannya sebagai monumen di wilayah kerja KAI Daop 8 Surabaya, yang dilengkapi dengan landmark khas Kota Surabaya yang bertema wolu rodha yang mengartikan jumlah roda di lokomotif tersebut 8, wilayah kerja Daop 8 Surabaya, dan juga jumlah pilar yang terbagi menjadi dua di sisi kanan dan kiri, dan tersambung menyerupai viaduk.

"Desain ini mengadopsi bentuk pintu masuk Monumen Tugu Pahlawan khas Kota Surabaya. Sementara arti dari rodha yakni roda yang didefinisikan pada roda kereta api yang berkarakter kuat dan fleksibel," terangnya.

Secara umum, monumen ini memiliki gambaran pintu masuk Tugu Pahlawan yang terdiri dari satu lengkungan atau tersusun delapan pilar yang tersambung dan terpampang dengan elegan Lokomotif D 301 80. (rmt/rak)

Editor : Jay Wijayanto
#Daop 8 Surabaya #lokomotif #kereta api indonesia #monumen bersejarah