SURABAYA - Tiga hari pasca dibacakan proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 oleh Presiden Sukarno di Jakarta, tepatnya pada tanggal 21 Agustus 1945 di Surabaya, Inspektur Polisi M. Jasin dengan patriotik melakukan deklarasi mengubah nama Tokubetsu Keisatsu Tai, polisi khusus Jepang menjadi Polisi Istimewa di bawah kedaulatan negara Indonesia.
Coen Boulevard atau kini Jalan Dr Soetomo menjadi saksi dalam momen-momen kemerdekaan tersebut. Selain karena terdapat markas Polisi Istimewa, juga terjadi pengibaran bendera merah putih di sana.
Pegiat Sejarah Surabaya, Nur Setiawan menuturkan, Polisi Istimewa ini tunduk pada pemerintahan yang sah, yakni negara Kesatuan Republik Indonesia yang baru merdeka hitungan hari. Kemudian Polisi Istimewa membuktikan kesetiaan dan baktinya kepada negara dan bangsa.
"Tugas awal yang dilakukan Polisi Istimewa adalah melakukan pelucutan senjata terhadap tentara Jepang yang kalah perang di Kota Surabaya dan sekitarnya," tuturnya kepada Radar Surabaya.
Lebih lanjut, Nur Setiawan menjelaskan, pembacaan proklamasi Polisi yang dimaklumatkan oleh Inspektur Polisi M Jasin terjadi di markas polisi di dekat perempatan Coen Boulevard. Sehingga jejak sejarah yang diukir kepolisian di era itu diwujudkan dengan membangun Monumen Perjuangan Polri sebagai bentuk mengenang perjuangan Polisi Istimewa sekaligus jasa M. Jasin pada masa perjuangan kemerdekaan di Surabaya. Monumen ini didirikan pada 2021 silam di perempatan Jalan Darmo, Jalan Dr Soetomo, dan Jalan Polisi Istimewa M Jasin.
"Pembangunan monumen tersebut untuk mengenang jasa-jasa M. Jasin sebagai tokoh penting di Kepolisian maupun dalam sejarah perjuangan bangsa," ujarnya. (bersambung/jar/nur)
Editor : Jay Wijayanto