Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Fakta Menarik Pedagang Bendera di Kampung Bendera Surabaya

Jay Wijayanto • Selasa, 15 Agustus 2023 | 21:37 WIB

 

Suasana Kampung Bendera di kawasan Jalan Darmokali Surabaya. (INDHIRA AYU/RADAR SURABAYA)
Suasana Kampung Bendera di kawasan Jalan Darmokali Surabaya. (INDHIRA AYU/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Memasuki bulan Agustus, masyarakat seringkali merasakan perubahan suasana. Mulai di rumah, perkampungan hingga di sudut-sudut jalan tampak nuansa merah putih yang berbeda dari bulan-bulan lain. Semangat perayaan dan patriotisme lebih terasa.

Dekorasi dominan merah dan putih khas bendera nasional yang menghiasi berbagai sudut ini menciptakan rasa keterhubungan dengan peristiwa bersejarah yang diingatkan kembali pada bulan ini, yakni Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Di sudut kampung yang berada di kawasan Darmokali Surabaya, nuansa itu sangat terasa memancarkan semangat kemerdekaan yang begitu kuat. Tak diragukan lagi, kampung ini merupakan satu-satunya kampung yang mayoritas warganya menggeluti profesi musiman berjualan bendera.

Saking banyaknya penjual bendera dan nuansa merah-putih yang sangat kental membuat kampung sepanjang kurang lebih 800 meter itu dijuluki Kampung Bendera. Maklum saja, kampung di tengah kota ini menjadi pusat perdagangan bendera, umbul-umbul dan atribut khas yang tak terpisahkan dari peringatan kemerdekaan Indonesia.

Saat memasuki kampung ini, pengunjung akan disuguhi oleh warna-warni bendera dan umbul-umbul yang menghiasi sepanjang jalan. Lapak-lapak pedagang bendera dan aneka atribut berjejer menjajakan jualannya.

Salah satu lapak pedagang yang berjualan aneka bentuk dan ukuran bendera merah putih dan atributnya di Kampung Bendera, Darmokali, Surabaya. (INDHIRA AYU/RADAR SURABAYA)
Salah satu lapak pedagang yang berjualan aneka bentuk dan ukuran bendera merah putih dan atributnya di Kampung Bendera, Darmokali, Surabaya. (INDHIRA AYU/RADAR SURABAYA)

Salah satu fakta menarik dari Kampung Bendera ini adalah lapak-lapaknya yang buka hingga 24 jam selama bulan Agustus. Hal ini memberikan kesempatan bagi semua orang, kapan pun mereka ingin membeli berbagai ragam bendera dan umbul-umbul dalam aneka bentuk dan ukuran bisa dilayani.

Salah satu pedagang di Kampung Bendera, Sejinah menjelaskan jika barang-barang yang dijual di kampung ini sebagian besar mengambil dari agen. “Untuk bendera yang (ukuran dan bentuknya) umum, kita ngambilnya di agen, tapi kita juga produksi sendiri jika ada permintaan bendera yang berbeda dan tidak ada di agen,” jelasnya.

Sejinah yang sudah 12 tahun berjualan berbagai pernik bendera menambahkan bahwa produksi para perajin di Kampung Bendera ini lebih ke kualitas yang lebih baik dan mampu memenuhi berbagai permintaan konsumen.

Namun demikian, Sejinah mengakui bahwa pendapatan Kampung Bendera di tahun ini tak sebagus dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Tahun kemarin itu banyak per orangan yang membeli bendera. Setiap hari bisa 10-20 orang karena memang ada anjuran dari Pak Jokowi untuk setiap rumah harus memasang bendera,” ucapnya.

Fakta menarik lain tentang Kampung Bendera adalah meskipun mayortitas penduduknya berjualan barang yang sama yakni bendera dan segala perniknya, namun ada kerukunan dan gotong royong di antara mereka dalam berjualan. Sehingga tercipa kerukunan dalam berdagang.

Meski setiap rumah berjualan bendera, namun di antara mereka tidak pernah terjadi keributan atau persaingan tidak sehat yang mengganggu ketertiban kampung. Bahkan jika ada satu pedagang yang tidak memiliki stok yang diinginkan pembeli yang datang ke stannya, maka mereka akan dengan senang hati mengambilkan dari lapak lain yang memiliki.

Hal ini menunjukkan tingkat pengertian dan gotong-royong yang tinggi di antara warga Kampung Bendera yang dengan penuh semangat menjaga suasana damai di tengah dunia dagang yang sering kali kompetitif. “Ibaratnya kita ini kan berjualan produk persatuan dan kesatuan (bendera merah putih, Red), masak kita sendiri tidak bersatu,” ungkap Sejinah.

Memang bukan perkara mudah untuk menjaga harmonisasi di komunitas Kampung Bendera dimana warganya berjualan barang yang sama. Namun di Kampung Bendera, semangat saling menghormati dan membantu satu sama lain terlihat jelas. Kehidupan sehari-hari mereka diisi dengan kolaborasi dimana penduduk bekerja bersama untuk berbagi tips dan trik, serta mengatasi hambatan bersama. (mg1/ind/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#kampung bendera #Hut Kemerdekaan RI ke 78 #darmokali #Bendera Merah Putih