SURABAYA - Eksistensi permainan mobil balap tamiya sudah ada sejak dulu. Peminatnya pun selalu ada tiap era perkembangannya. Balap tamiya menjadi ajang bergengsi bagi mereka yang menggeluti itu.
Melvin Tenggara selaku Penyelenggara Kompetisi menjelaskan, balap tamiya itu adalah kejuaraan nasional mini 4WD. Ajang itu merupakan balap tamiya seri pertama yang diadakannya. Antusias peserta cukup positif mengikuti lomba itu.
"Event tersebut bakal digelar di kota-kota lainnya selain Surabaya jika ternyata respons dari masyarakat itu bagus. Dengan kata lain balapan akan ada seri lanjutan," ujarnya, Minggu (6/8).
Menurutnya, balap tamiya di Surabaya cukup banyak. Tapi kelasnya masih di tingkat lokal. Sementara, tiap event itu muaranya di Jakarta sebagai kompetisi tingkat tertinggi.
"Iseng baru dua bulan main tamiya terus ingin buat sama teman-teman dan banyak mendengar cerita kalau beberapa turnamen itu tidak fair yang menguntungkan pihak tertentu. Terus kami buat kompetisi yang proper ini," paparnya.
Ada dua jenis kategori yang dilombakan. Yakni kelas BMAX dan STO. Bedanya tingkat pemula dan sudah profesional. "BMAX ini pemula sekitar 25-30 tim terdiri dari 4 orang. Kalau STO ada 15-20 tim, masing-masing 10 orang dan terbagi tim A dan B," jelas pria dengan julukan crazy rich Surabaya itu.
Kejuaran itu dipersiapkan secara matang. Dari teknis, peraturan, hingga panita yang bertugas. Tujuannya untuk mengurangi kecurangan. "Tim sudah menyiapkan role book yang mengacu regulasi independent tracing cup," ucapnya.
Melvin menggandeng tim komunitas tamiya berlisensi. Salah satunya adalah Tamiya Indonesia. Tujuannya sebagai regulator yang bertugas mengecek legalitas dan orisinalitas komponen dalam tamiya.
"Betul-betul memerlukan screwter yang mampu membaca perbedaan komponen-komponen yang di dalam tamiya. Karena sering terjadi kecurangan di bagian ini," terangnya.
Indikator penilaiannya menggunakan waktu tercepat. Dengan penambahan batas waktu 1,5 detik. Pemenang tamiya race di babak penyisihan dengan skor tertinggi bakal diadu di babak selanjutnya hingga ditemukan juara 1, 2, dan 3 untuk masing-masing kategori.
Para peserta datang dari berbagai daerah. Antara lain, Surabaya, Bali, Jakarta, Bandung, Makassar, hingga Pekanbaru. Mereka tampak semangat dan serius menggarap tamiya untuk menghasilkan waktu tercepat. Sementara panjang trek tamiya sekitar 120 meter. Terdiri dari dua trek yang berbeda. (hil/nur)
Editor : Jay Wijayanto