SURABAYA - Polisi menggagalkan tawuran yang hendak dilakukan dua kelompok suporter basket remaja di Jembatan Wiyung, Surabaya, Jumat malam (4/8). Sebanyak 13 alumni suporter tim basket SMAN 22 diamankan di Mapolsek Wiyung, Surabaya.
Kapolsek Wiyung Kompol Gandi Darma Yudanto menjelaskan, awalnya petugas mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya sekelompok remaja yang berkumpul di Jembatan Wiyung. Mereka terlihat mencurigakan dan seperti hendak tawuran. Polisi lalu menyisir lokasi dan menciduk 13 remaja tersebut. Mereka lalu diamankan ke Mapolsek Wiyung.
Setelah menjalani interogasi dan pemeriksaan, belasan remaja tersebut ternyata hendak tawuran dengan suporter tim basket SMAN 13. Pemicunya masalah sepele. Yakni, adanya konten di akun TikTok dengan mengunggah gambar burung hantu logo Owlmania yang dicoret silang merah.
Logo tersebut merupakan identitas suporter tim basket SMAN 22. Beberapa remaja yang fanatik dengan logo tersebut menduga perbuatan tersebut dilakukan oleh suporter tim basket SMAN 13.
"Akan adanya tawuran pelajar ini dipicu logo Owlmania lambang kebanggaan anak SMAN 22 diberi tanda silang di salah satu postingan TikTok yang katanya dilakukan oleh alumni SMAN 13," ucap Gandi, Minggu (6/8).
Perwira menengah dengan satu melati di pundak ini menyebutkan, 13 remaja yang diamankan diberikan pembinaan. Pembinaan tersebut juga melibatkan pihak guru dari sekolah asal mereka. Tak hanya itu. Identitas 13 remaja tersebut dicatat dan dibuatkan surat pernyataan komitmen untuk tidak mengulangi lagi perbuatan mereka.
"Usai pendataan dan diberi nasihat, 13 remaja itu menyadari kesalahannya dan dipulangkan kembali ke rumah masing-masing," tegasnya.
Gandi mengimbau para remaja jangan mudah terprovokasi ajakan tawuran yang malah bisa menyebabkan kerugian diri sendiri. (rus/rek)
Editor : Jay Wijayanto