SURABAYA - Tampil awet muda tengah menjadi tren belakangan ini. Banyaknya peminat, terus bermunculan beragam inovasi perawatan. Salah satunya adalah tren bedah kecantikan dengan metode fat grafting.
Dokter Spesialis Bedah Plastik, Dinar Rahmania menjelaskan, fat grafting adalah salah satu tindakan operasi plastik. Fokusnya pada proses transfer lemak. Artinya mengambil lemak dari bagian tubuh ke bagian yang lain. "Fat transfer ini tujuannya untuk kecantikan atau estetika," ujarnya, Kamis (27/7).
Metode ini bertujuan untuk mengencangkan beberapa bagian tubuh. Dinar mengatakan, ada beberapa bagian tubuh yang memerlukan tambahan lemak. Antara lain, wajah, payudara, hingga bokong. "Atau bagian-bagian yang minim lemaknya," ungkapnya.
Dokter yang sudah terverifikasi itu menuturkan, metode ini tengah populer belakangan ini. Karena memiliki hasil yang signifikan. Selain itu hasil fat grafting itu bertahan lama. "Untuk hasil yang maksimal butuh waktu hingga enam bulan untuk menunjukkan efeknya," paparnya.
Katanya, fat grafting ini cukup sederhana. Selain itu, proses penanganannya singkat. Antara dua jam hingga tiga jam. "Hanya butuh bius lokal saja," ucapnya.
Dia mengecek kondisi pasien secara menyeluruh sebelum tindakan. Setelah dinyatakan sehat, Dinar memulai anestesi dan melakukan penanganan. Biasanya, dia mengambil lemak dari bagian perut dan paha.
"Setelah itu, kita lakukan proses pencucian lemaknya, kita pilih lemak yang benar-benar bagus. Setelah diproses, kita masukkan ke dalam tabung suntikan yang steril. Lalu daerah yang akan kita transfer lemaknya sudah kita mapping supaya sesuai hasilnya, baru kita masukkan lemaknya," beber Dinar.
Selain mengencangkan kulit, tindakan ini berfungsi untuk mempercantik. Antara lain, menghaluskan, membuat kulit lebih bersinar, hingga tampak lebih muda. Menurutnya, fat grafting ini cocok untuk usia 20-40 tahun.
"Setelah prosedur dilakukan, tantangannya adalah tidak boleh tertawa, tersenyum, atau tidak boleh terlalu berekspresi (jika prosedur pada wajah). Tujuannya untuk mempertahankan posisi lemak di wajah," imbuhnya. (hil/nur)
Editor : Jay Wijayanto