Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pemkot Bangun Rumah Pompa Undaan untuk Cegah Banjir hingga Semampir

Rahmat Sudrajat • Rabu, 12 Juli 2023 | 02:29 WIB
KEJAR TARGET: Suasana pembangunan proyek rumah pompa di Jalan Undaan Kulon, Surabaya, Senin (10/7). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
KEJAR TARGET: Suasana pembangunan proyek rumah pompa di Jalan Undaan Kulon, Surabaya, Senin (10/7). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Pemkot terus berupaya mengatasi genangan air di Surabaya. Salah satunya dengan menambah rumah pompa di Jalan Undaan Kulon. Pengerjaan rumah pompa di Jembatan Undaan itu sudah mulai dilakukan. Area sekitar ditutup seng. Alat berat pun terlihat di lokasi proyek.

Kabid Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Windo Gusman Prasetyo mengatakan, Rumah Pompa Undaan diproyeksikan mampu menyedot air hingga 3 meter kubik per detik. Juga menyedot lumpur 0,5 meter kubik per detik.

Dengan begitu, Rumah Pompa Undaan diharapkan bisa mencegah banjir di kawasan Jalan Undaan Kulon, Undaan Wetan, Jambangan, Kusuma Bangsa. Bahkan, genangan di kawasan Karang Tembok hingga Semampir juga bisa diatasi. "Air yang dipompa akan dialirkan ke Sungai Kalimas. Sehingga genangan air lebih cepat surut," kata Windo.

Proyek pembangunan Rumah Pompa Undaan menelan anggaran sekitar Rp 16 miliar. Selain membangun rumah pompa seluas 9x28 meter persegi, Pemkot Surabaya juga melakukan pekerjaan saluran crossing serta menata jalur pedestarian.

Lebih lanjut Windo menjelaskan, Rumah Pompa Undaan merupakan salah satu dari tujuh rumah pompa yang dibangun tahun ini. Yakni Rumah Pompa MERR, penambahan kapasitas Rumah Pompa Wonorejo 1, Kebraon, Bulak, Gersikan, dan Bukit Barisan.

Pelaksana proyek Rumah Pompa Undaan Irsyadul Ibad mengatakan, target perampungan proyek itu bulan Oktober. Saat ini pihaknya mulai mengeruk sungai dan membuat fondasi. "Kami upayakan agar pekerjaan selesai tepat waktu bulan Oktober," ujar Ibad.

Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya Buchori Imron mengatakan, tahun anggaran 2023 sudah memasuki semester kedua. Karena itu, ia meminta pemkot untuk mempercepat pekerjaan. Jangan sampai lelang lambat yang berdampak pada molornya pekerjaan fisik. "Jika tahapan lelang sudah tuntas silakan cepat dikerjakan," tutur Buchori.

Menurut dia, seharusnya tidak ada alasan bagi pemkot untuk terlambat menggarap proyek. Sebab, APBD 2023 sudah digedok pada 10 November 2022. Tujuannya agar program kerja pemkot bisa segera dieksekusi di awal tahun anggaran. "Tapi, faktanya masih saja terlambat. Ini perlu pengawasan yang serius," pungkasnya. (rmt/rek)

Editor : Jay Wijayanto
#banjir surabaya #cegah banjir #rumah pompa