Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pulang Beli Ikan Hias, Dua ABG Dibegal, Punggung Dibacok, HP Dirampas

Jay Wijayanto • Senin, 26 Juni 2023 | 23:53 WIB
DIPERBAN: Kondisi korban pembegalan, RD, saat ditemui di rumahnya di Jalan Sememi Gang Asri VI, Surabaya. (MAHRUS/RADAR SURABAYA)
DIPERBAN: Kondisi korban pembegalan, RD, saat ditemui di rumahnya di Jalan Sememi Gang Asri VI, Surabaya. (MAHRUS/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Seorang remaja 16 tahun berinisial RD, warga Jalan Sememi, Gang Asri IV RT 10, Benowo, Surabaya, menjadi korban begal seusai mengantar temannya, RF, 16, warga RT 11 Sememi, membeli ikan hias di Jalan Mastrip, Karang Pilang, Surabaya. Korban dibegal tiga pelaku di kawasan Jalan Made Lakarsantri, Kamis dini hari (22/6).

Akibat aksi pelaku, ponsel milik korban dan temannya raib. Tak hanya itu. Pelaku juga membacok punggung korban RD hingga luka parah.

Ayah korban, RD Wadi Anggara, 42, mengatakan, aksi pembegalan bermula saat RD bersama temannya melintas di Jalan Citraland ke arah Made, Kamis sekitar pukul 00.30. Korban saat itu hendak pulang, seusai menemani temannya untuk membeli ikan hias di kawasan Jalan Mastrip Karang Pilang. Karena tutup korban kembali bermaksud pulang.

Apesnya, saat melintas di kawasan Citraland, korban berpapasan dengan pelaku. Setelah itu korban dikejar tiga orang pelaku berboncengan motor Yamaha Mio. Korban RD dalam posisi dibonceng motor Honda Supra sudah menggeber motor. Apesnya, topi teman korban jatuh. Lalu putar balik dan mengambil topi. Pelaku lalu menghadang korban di Jalan Made.

"Pelaku lalu menodong anak saya dan temannya. Yang diminta HP, sudah diserahkan. Terus salah satu pelaku membacok punggung anak saya," ujarnya, Minggu (25/6).

Seusai membacok, pelaku lalu kabur. Selain membawa HP pelaku juga meminta kunci motor teman korban. Dalam keadaan berlumuran darah, korban mengaku sempat meminta tolong pengguna jalan. Namun, karena sepi korban dan temannya belum dapat pertolongan warga.

Korban akhirnya berjalan sambil mendorong motor. Hingga akhirnya bertemu dengan seorang bapak-bapak penjual sapi kurban. Selanjutnya ditolong dan dipanggilkan polisi. Korban lalu dibawa ke Rumah Sakit BDH Surabaya.

"Saya tahu jam 02.30 ada Polsek Lakarsantri ke rumah memberi kabar anak saya dibegal," ungkapnya.

Menerima informasi tersebut, Wadi mengaku langsung bergegas ke Rumah Sakit BDH. Ia mendapati anaknya RD masih tengkurap berada di UGD dan belum ditangani dokter. Padahal, kondisinya sudah berlumuran darah dan wajah pucat.

Setelah pihak keluarga datang, pihak rumah sakit baru menangani korban. "Lukanya di punggung, jahitan dalam 15 dan luar 8 jahitan," bebernya. Sementara itu, RD saat ditemui di rumahnya kondisinya mulai membaik. Namun, dia merasa nyeri. Sebab, kondisi punggungnya masih diperban.

Saat kejadian kondisi jalanan sepi. Pelaku berjumlah tiga orang berboncengan motor Yamaha Mio warna hitam ungu. "Pelaku nggak kenal. Mereka bawa sajam semua. Dua pakai masker, dan satu pakai hodie," sebutnya.

Kapolsek Lakarsantri Kompol Hakim saat dikonfirmasi membenarkan ada kejadian tersebut. Pihak korban sudah melapor. "Sekarang masih lidik," kata Hakim. (rus/rek)

Editor : Jay Wijayanto
#curat #polsek lakarsantri #Begal HP