SURABAYA - Enam pejabat eselon II dilantik Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa malam (20/6). Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim Adhi Karyono menjelaskan bahwa rotasi pejabat eselon II ini bagian dari penyegaran organisasi dan peningkatan sumber daya manusia di kalangan aparatur sipil negara (ASN).
"Selain itu untuk mengisi jabatan yang sebelumnya diisi oleh pelaksana tugas atau Plt. Sesuai aturan tidak boleh berlama-lama, yaitu tiga bulan ditambah tiga bulan," kata Adhi Karyono dalam keterangannya di Surabaya, Rabu (21/6).
Adapun enam pejabat eselon II yang dilantik Gubernur Khofifah di Gedung Grahadi Surabaya itu adalah Aries Agung Paewai sebagai Kepala Dinas Pendidikan menggantikan Wahid Wahyudi yang sebelumnya menjabat Plt, Ramliyanto sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) menggantikan Aries Agung Paewai.
Kemudian Restu Novi Widiani sebagai Kepala Dinas Sosial yang sebelumnya dijabat oleh Restu sebagai Plt, dan Ali Kuncoro sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pemprov Jatim menggantikan Pulung Chaisar.
Sedangkan Pulung Chaisar berpindah jabatan dengan Ali Kuncoro sebagai Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Jatim. Pejabat berikutnya yang dilantik adalah Fauzan Adima sebagai Wakil Direktur Pendidikan dan Pengembangan Mutu Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar Malang.
Adhi mengatakan, tugas berat sudah menanti bagi para pejabat eselon II yang baru dilantik itu. Ia mencontohkan Kadispora Ali Kuncoro dituntut untuk segera menyiapkan gelaran rutin tahunan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim. "Pekan Olahraga Nasional atau PON untuk kontingen Jatim juga harus disiapkan mulai sekarang," ujarnya.
Selain itu, Kepala BPSDM Jatim Ramliyanto dituntut melakukan penguatan untuk program-program pelatihan bagi ASN sehingga dapat berprestasi.
Adhi juga berpesan kepada Aries Agung Paewai yang saat ini menjabat Penjabat (Pj) Wali Kota Batu. Menurutnya, sebagai Kepala Dinas Pendidikan Jatim yang saat ini sedang melaksanakan penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk sekolah menengah atas maupun kejuruan (SMA/SMK), diharapkan bisa lebih fokus di jabatan definitifnya.
"Tetap jadi Pj Wali Kota Batu karena yang mengevaluasi adalah Kementerian Dalam Negeri. Tapi kami harapkan fokus lebih banyak di dinasnya sendiri," tuturnya.
Sementara untuk jabatan eselon II di lingkungan Pemprov Jatim yang masih kosong, Adhi memastikan akan segera menggelar seleksi terbuka. Beberapa di antaranya untuk jabatan Inspektorat Jatim, Biro Organisasi Setdaprov, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Jatim. (jpc/ant/jay)
Editor : Jay Wijayanto