Saat ini JLLB sudah tersambung sekitar 1,050 kilometer. Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) kota Surabaya Adi Gunita mengatakan, pertengahan tahun ini Kementerian PUPR akan mengalokasikan anggaran dari APBN untuk melanjutkan pembangunan JLLB kembali.
"Bantuan dari Kementerian PUPR itu tertuang dalam Perpres Nomor 80 Tahun 2022 karena merupakan program strategis nasional," kata Adi, Selasa (16/5).
Tahun ini JLLB diteruskan hingga mencapai 1,9 kilometer. Nantinya JLLB akan tuntas sampai dengan Jalan Raya Sememi. Karena itu, pihaknya telah menginformasikan kepada Kementerian PUPR ketika persiapan gelaran Piala Dunia U-20 yang kemudian batal digelar di Indonesia.
"Tapi kami tetap komitmen untuk menuntaskan infrastruktur tersebut. Yang terpenting, tersambung dari Tol Romokalisari, Flyover Pelindo hingga akses menuju GBT dan Jalan Raya Sememi sebagai keluar-masuknya JLLB," terangnya.
JLLB juga akan melewati sisi selatan, yakni Kendung Rejo. Namun, pengerjaan tersebut masih tersendat. Sebab, masih ada sekitar 85 persil milik warga yang belum dibebaskan. Kemudian akan disambungkan ke frontage Citraland, Lakarsantri, hingga Driyorejo dekat Kali Makmur. Panjangnya sekitar 18 kilometer.
Di sisi selatan, nantinya sekitar 80 persen lahan akan digunakan untuk pembukaan akses JLLB di Lontar yang merupakan milik pengembang. Karena itu, pembebasan akan dilakukan melalui sistem penyerahan Prasarana Sarana Utilitas Umum (PSU) oleh pengembang kepada pemkot.
"Ada beberapa persil pribadi, tapi hanya 20 persen. Sedangkan 80 persen rata-rata milik pengembang semua. Cuma, kalau dari sisi jumlah, mungkin hampir sama," pungkasnya. (rmt/rek) Editor : Administrator