Upacara Melasti tahun ini berbeda dengan tiga tahun sebelumnya ketika pandemi Covid-19 melanda tanah air. Saat itu ritual penting dalam rangkaian Nyepi itu hanya diikuti beberapa orang saja. Kali ini diikuti sekitar 5.000 umat Hindu dari Surabaya, Lamongan, Gresik, Sidoarjo, dan beberapa kota lain.
"Ini merupakan rangkaian Hari Raya Nyepi yang sangat istimewa. Terlebih tiga tahun pandemi rangkaian upacara Nyepi sangat dibatasi. Saat ini semua berkumpul dengan khidmat di sini," kata Koordinator Upacara Melasti I Made Suweca.
Selain itu, menurut dia, Nyepi kali ini bersamaan dengan tahun Saka 1945. Angka yang sesuai dengan jiwa proklamasi kemerdekaan tahun 1945. "Jadi, tahun yang istimewa banget," ujar penasihat Pura Segara itu.
Pada Melasti ini, menurut Made, umat Hindu juga mengambil air suci di laut untuk menyucikan sarana upacara. Selain itu, ribuan umat Hindu juga melarung ke laut untuk menyeimbangkan alam semesta. "Yang penting adalah pembersihan alam semesta ini,” jelasnya.
Sehari sebelum Hai Nyepi, Selasa (21/3), ada pawai ogoh-ogoh, tawur agung dengan penyembelihan hewan (pecaruan). Rabu (23/3), puncak Hari Nyepi. “Proses introspeksi untuk memperhatikan jati diri. Catur brata penyepian," ujarnya. (rmt/rek) Editor : Administrator