Di salah satu klinik hewan di Jalan Mangkunegoro, Wonokromo, Surabaya, Senin (6/2), terlihat beberapa hewan berjajar. Sebagian dilakukan perawatan. Sebagian lagi dilakukan pemeriksaan. Aktivitas memeriksakan hewan peliharaan menjadi hal yang penting.
Annisa Catria, dokter hewan di klinik ini, sering menangani beberapa hewan mamalia, reptil, maupun eksotis. "Perawatan hewan bisa dilakukan minimal sebulan sekali ya untuk hewan mamalia. Kalau reptil tidak ada ketentuan sebenarnya," kata drh Annisa kepada Radar Surabaya.
Dari berbagai macam hewan, ia menjelaskan bahwa kelinci ialah hewan yang paling sulit perawatannya. Sebab, kelinci cenderung memiliki kadar stres yang tinggi. Jika tidak ditangani dengan tepat akan berdampak buruk pada hewan tersebut.
"Tips yang penting itu, kita harus mengedukasi diri dulu apakah kita mampu merawat dan menerima hewan tersebut menjadi anggota keluarga baru istilahnya," ujar Annisa.
Dia memberikan sedikit masukan seputar pemeliharaan hewan. Pastikan diri kita tahu hendak memelihara hewan jenis apa. Mengenali latar belakang hewan juga diperlukan agar hewan peliharaan mudah beradaptasi dan tidak mengganggu psikologis maupun tingkah lakunya.. Selain itu, segi finansial juga harus dipersiapkan supaya segala kebutuhan hewan tercukupi.
Annisa juga menjelaskan, sebelum mengadopsi, hindari hewan yang belum divaksin. Hal ini dapat berdampak pada kesehatan hewan tersebut. Hewan akan mudah stres karena beradaptasi dengan lingkungan baru sehingga jatuh sakit. "Upaya ini dilakukan agar owner tidak banyak mengeluarkan biaya perawatan," katanya. (Cendikia Aulia Fauzi/Chintyas Dewi) Editor : Lambertus Hurek