Rayon Drainase Tandes, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Wijanarko mengatakan, genangan air di Jalan Raya Sememi karena kiriman dari kawasan yang lebih tinggi seperti Bukit Palma. “Gak ada sumbatan, tapi karena hujan yang deras dan di atas tidak bisa menampung air sehingga meluber ke bawah,” katanya.
Oleh karena itu, pihaknya membuka tutup saluran agar air bisa masuk ke dalam box culvert. “Dua jam baru surut. Jam 18.00 sudah klir semua,” terangnya. Kawasan Sememi memang kerap digenangi air ketika hujan dengan intensitas tinggi. Genangan air juga terjadi di kawasan Asem Rowo dan Tanjungsari.
Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak memprediksi beberapa hari ke depan hujan akan mengguyur Surabaya dengan intensitas sedang sampai tinggi.
Kepala Forcester BMKG Tanjung Perak Muhammad Arif Wiyono mengatakan, saat ini Surabaya sedang terpengaruh kondisi atmosfer yang kurang baik. Sebab, adanya pusat tekanan rendah yang berada di selatan Jawa Timur.
“Jadi, sangat berdampak pada intensitas hujan yang tinggi. Potensi cuaca buruk cukup signifikan hingga beberapa hari ke depan,” kata Arif. (rmt/rek) Editor : Administrator