Kepala Forecaster Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak Muhammad Arif Wiyono mengatakan terjadinya angin kencang karena adanya pola tekanan rendah di daratan barat laut Australia yang kemudian memicu terjadinya tekanan tinggi di Samudera Atlantik.
Sehingga memicu kecepatan angin yang biasanya 17 Knot atau 36 kilometer per jam menjadi 45 kilometer per jam. "Hal ini yang memicu arah angin lebih kencang didominasi dari arah barat laut dan memicu tinggi gelombang," kata Arif, Senin (2/1).
Ia juga menyebut ketinggian gelombang di pesisir Surabaya juga cukup tinggi dan bisa mencapai setengah meter lebih. "Kecepatan angin bisa mencapai 28 kilometer per jam lebih di daratan Surabaya dan mempunyai pengaruh di perairan yang ketinggian gelombangnya mencapai setengah meter lebih," terangnya.
Hal ini juga memicu terjadinya puting beliung. Meski menurut Arif potensi puting beliung di Surabaya bisa terhalang karena posisi Kota Pahlawan yang berada di tengah-tengah. "Bisa saja berpotensi puting beliung di Surabaya. Namun yang paling rentan terjadi pada masa transisi (musim)," ujarnya.
Pihaknya memprediksi angin kencang dan gelombang tinggi hingga tiga hari ke depan. Dari prediksi BMKG secara umum hingga 15 Januari mendatang. "Kalau di Surabaya, angin kencang sampai tiga hari ke depan. Sedangkan tinggi gelombang hingga lima hari ke depan," terangnya.
Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak berlindung di bawah pohon dalam beberapa hari terakhir. Sedangkan untuk nelayan juga diimbau untuk sementara tidak melaut. "Jadi mohon diwaspadai adanya angin kencang dan ketinggian gelombang ini," imbaunya.
Menanggapi kondisi cuaca awal tahun 2023 ini, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya, Hidayat Syah telah menyiagakan personel untuk memantau dampak terjadinya angin kencang dan puting beliung.
"Dari prediksi BMKG di Surabaya dalam beberapa hari ini terjadi cuaca yang kurang baik. Terutama angin kencang. Jadi kami terus memonitor daerah yang rawan," kata Hidayat.
Pihaknya juga memantau kawasan pesisir selama 24 jam. Masyarakat sekitar pesisir terutama nelayan yang melaut sudah mendapatkan sosialisasi tentang cuaca yang tidak bersahabat saat ini.
Pemkot juga rutin melakukan perantingan pohon setiap harinya. Terutama pohon yang terlihat doyong dan lebat mendapatkan perhatian. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro.
Ia mengatakan bahwa perantingan pohon dilaksanakan dua kali dalam seminggu. “Kami sudah melaksanakan perantingan kurang lebih 100 pohon. Gunanya agar ranting pohon tidak patah menimpa pengguna jalan atau fasilitas umum yang ada di jalanan Surabaya, terutama sebagai antisipasi angin kencang,” terang Hebi.
Menurut dia, perantingan pohon tidak hanya dilakukan di tepi jalan, tapi juga di perkampungan. “Kami tidak hanya melakukan perantingan di pinggir jalan, tapi di kampung-kampung juga. Sekiranya ada pohon yang rantingnya sudah panjang atau lebat langsung koordinasikan saja melalui call centre 112,” tutur Hebi. (rmt/jay) Editor : Administrator