Minggu (18/12), bus listrik itu terlihat mengangkut penumpang di kawasan Rungkut dan Middle East Ring Road (MERR). Pengoperasian bus tersebut sebagai uji coba sebelum di-launching secara resmi.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Tundjung Iswandaru mengatakan, selama uji coba bus bus baru itu sudah mengangkut penumpang. Animo warga sudah mulai banyak. Harga tiket Rp 6.200 untuk umum. Sedangkan lansia, vetaran, dan pelajar gratis
"Bus listrik bantuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ada delapan unit. Insya Allah, tanggal 20 Desember (Selasa) akan di-launching," kata Tundjung, Minggu (18/12).
Armada bus akan bertambah lagi tujuh unit jelang akhir tahun. Sehingga total bus yang akan beroperasi menjadi 15 unit. Tahun depan akan ada tambahan 19 bus lagi. “Total 34 unit yang akan beroperasi tahun depan," imbuhnya.
Adapun rute bus listrik saat ini melewati Terminal Purabaya, Jemursari, Rungkut Industri, perempatan Gunung Anyar, MERR, Kenjeran Park (Kenpark). Bus tersebut bisa mengakut 30-40 penumpang. Pengoperasian bus listrik dilakukan melalui mekanisme kontrak kerja sama antara Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub dengan DAMRI sebagai operator.
Sistem pembayaran ke depan bakal menggunakan nontunai atau cashless. Tundjung juga mengusulkan rute untuk wilayah barat. Terutama menuju Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) guna mendukung gelaran Piala Dunia U-20.
Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Soenoto mengatakan, tempat pengecasan daya bus listrik atau charging station di Jalan Jagir. "Di Bungurasih juga dipasang," kata Soenoto.
Pakar Transportasi ITS Machsus Fauzi mengapresiasi hibah bus listrik itu karena ramah lingkungan. Sehingga kualitas udara di Surabaya jadi lebih baik. "Memang tren angkutan publik harus ramah lingkungan," kata Machsus.
Meski demikian, ia menilai unit armada bus yang didatangkan ke Surabaya masih kurang. "Kalau hanya puluhan saja masih kurang karena masih banyak rute yang harus dilengkapi," ujarnya. (rmt/rek) Editor : Lambertus Hurek