Parade diawali dengan adegan perang 10 November 1945 ketika Arek-Arek Suroboyo melawan pasukan Sekutu dan Belanda yang dipusatkan di Jalan Pahlawan. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompinda) menunggang kuda diiringi dengan mobil serta kendaraan tempur.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, Parade Surabaya Juang menjadi momentum mentransformasikan nilai-nilai kepahlawanan. Sekaligus meneladani semangat kebangsaan dalam mengenang peristiwa 10 November 1945. "Di mana saat itu para pahlawan berjuang tanpa pamrih. Tidak mengenal kasta, tidak mengenal suku, ras, dan agama," kata Cak Eri yang menggunakan pakaian ala pejuang kemerdekaan.
“Kalau kita berjuang bersama, pasti bisa merebut kemerdekaan itu. Jangan berjuang hanya di satu sisi. Jadi, sebenarnya inti acara ini adalah kita ingin mengembalikan semangat kepahlawanan di hari kita semuanya. Itulah hikmah dan filosofi acara hari ini,” tambahnya.
Cak Eri berharap semangat kepahlawanan itu bisa terus membara di hati warga Surabaya. Ia juga mengajak Arek-Arek Surabaya untuk menjadikan Surabaya menjadi kota yang baldatun toyyibatun warobbun ghafur. “Kita harus terus kobarkan semangat kepahlawanan itu,” katanya.
Parade Surabaya Juang diikuti sebanyak 3.500 peserta. Para peserta terdiri dari prajurit TNI, Polri, perangkat daerah di lingkup Pemkot Surabaya, berbagai komunitas sejarah dan pemuda, serta organisasi kemasyarakatan.
Kepala Dinas Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Wiwiek Widayati mengatakan, sebagai Kota Pahlawan, event Parade Juang ke depan akan dikembangkan dan diperbaiki untuk menarik wisatawan berkunjung ke Surabaya. Apalagi Parade Surabaya Juang sudah masuk ke dalam event nasional tahun 2023.
“Di Surabaya ada dua event yang ditarik ke event nasional, yaitu Parade Surabaya Juang dan Rujak Uleg. Kalau Parade Surabaya Juang tidak dimiliki oleh daerah lainnya di Indonesia. Hanya dimiliki Surabaya yang mendapat julukan Kota Pahlawan,” tegasnya.
Sebelum dua event ini ditarik menjadi event nasional, Pemkot Surabaya mengikuti sistem kurasi dari pemerintah pusat. Kala itu, semua kabupaten dan kota di Indonesia mengirimkan event andalannya untuk dikurasi. “Nah, yang masuk ke event nasional dari Kota Surabaya adalah Parade Juang dan Rujak Uleg,” kata dia.
Karena itu, tahun 2023 mendatang, Parade Surabaya Juang itu akan lebih meriah. Sebab, promosinya juga dilakukan pemerintah pusat. “Jadi, jangkauan penonton dan pengunjungnya akan semakin luas sehingga akan mengangkat perekonomian Surabaya,” katanya. (rmt) Editor : Lambertus Hurek