Wisata sport di Lapangan Tembak akan terkoneksi dengan Benteng Kedung Cowek. Sebab, lokasinya memang berdekatan. Lapangan tembak itu sempat difungsikan sebagai rumah sakit darurat milik Pemkot Surabaya.
Kali terakhir diaktifkan pada Februari 2022 lalu. Mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 gelombang ketiga. Namun, kini suasana lapangan tembak sudah berubah meski masih ada beberapa petugas BPBD yang berjaga di tenda.
Ratusan brankar dorong pun masih ada. Ruang itu justru mirip seperti rumah sakit tanpa penghuni. “Lapangan tembak itu juga bakal diaktifkan kembali. Yakni untuk arena olahraga tembak prestasi, tembak reaksi, dan panahan. Termasuk disediakan wahana hiburan dan sentra kuliner di lantai 2,” kata Kepala Bidang Bangunan Gedung DPRKPP Iman Krestian Maharhandono, Jumat (4/11).
Menurut dia, saat ini status lapangan tembak di dekat Jembatan Suramadu itu masih menjadi rumah sakit darurat Covid-19. Namun, supaya ekonomi masyarakat terus bergerak, maka lapangan tembak dimanfaatkan sebagai wisata olahraga yang terintegrasi dengan Benteng Kedung Cowek.
"Sampai sekarang statusnya masih jadi rumah sakit lapangan tembak yang menjadi satelit RSUD Soewandhie," kata Iman.
Iman menjelaskan, nantinya lapangan tembak akan digunakan sebagai area outbound, wall clambing, pine ball hingga latihan tembak. "Nanti kita kreasikan," ujarnya.
Iman menyebut lantai 1 dan 2 yang digunakan untuk rumah sakit saat ini kemungkinan tidak akan diotak-atik. Pihaknya akan menggunakan ruang luar dan terkoneksi dengan Benteng Kedung Cowek. "Kami akan buatkan jalan baru untuk diteruskan ke arah Benteng Kedung Cowek," terangnya.
Menurut dia, Pemkot Surabaya juga akan berkoordinasi dengan Kodam V/Brawijaya lantaran kawasan Benteng Kedung Cowek termasuk daerah militer. "Jadi, perlu dibicarakan lebih lanjut dengan pihak Kodam. Kita juga menunggu lebih lanjut izin darurat rumah sakit lapangan tembak dari dinas kesehatan (Dinkes)," ungkapnya.
Selain itu, pemkot tengah mencari investor yang akan mengembangkan sport tourism. Meski sebelumnya sudah ada investor untuk wahana cable car. "Jadi, kami sudah punya business plan-nya. Tinggal mencari investor saja untuk mengisi ruang itu. Dikerjasamakan dengan Kodam dan investor. Termasuk rencana kereta gantung yang berada di lantai 3 lapangan tembak," terang Iman.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Nanik Sukristina belum bisa menentukan nasib RS Lapangan Tembak. Mengingat Covid-19 varian XBB juga mulai masuk di Kota Pahlawan. “Itu nanti dulu, belum tahu mau ditutup atau tidak. Harus ada kajian dulu,” ujarnya. (rmt) Editor : Lambertus Hurek