Underpass ini diresmikan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada Mei 2019. Meskipun proyek ini dikerjakan oleh Pemkot Surabaya, Risma mengungkapkan seluruh anggarannya berasal dari CSR para investor pengembang di wilayah Surabaya Barat.
Underpass Bundaran Satelit mulai dibangun pada September 2015. Panjangnya 350 meter dengan lebar 17,5 meter. Anggaran yang dibutuhkan membangun jalan tersebut Rp 71 miliar.
Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Totok Lusida mengatakan, pembangunan Underpass Bundaran Satelit merupakan bukti kepedulian para pengembang di Surabaya. "Mereka tidak hanya bangun rumah, tapi juga membangun fasilitas masyarakat di sekitarnya," katanya.
Totok menambahkan, gagasan membangun underpass di bundaran satelit muncul saat dirinya masih menjadi Ketua DPD REI Jatim. Saat itu ia mengajak para pengembang untuk membuat underpass di bundaran Satelit. Tujuannya untuk mengurai kemacetan menuju Surabaya Barat.
"Rupanya ide saya mendapat respons yang baik dari para pengembang. Mereka sepakat untuk urunan. Nah, ketika saya tidak lagi menjadi Ketua REI Jatim, saya tetap mengawal untuk.mewujudkan ini dengan terus koordinasi dengan Pemkot Surabaya," ungkapnya.
Totok mengungkapkan, awalnya hanya tujuh pengembang yang turut serta dalam pembangunan Underpass ini, tetapi semakin lama ada yang menawarkan untuk ikut ambil peran, hingga ada 18 pengembang. Meski demikian, pembangunan underpass ini tidak mudah dan ada sedikit kendala.
"Karena banyak fasilitas bawah tanah yang harus dipindah. Ada 10 perusahaan yang punya peralatan di bawah tanah itu," pungkasnya. (mus) Editor : Lambertus Hurek