Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, kabel fiber optik itu jangan sampai ditaruh di dalam box culvert begitu saja karena bisa menyebabkan saluran air terhambat. Kabel optik wajib disimpan di dalam ducting agar tidak menghambat laju air ketika musim hujan.
"Harusnya nempel di situ (ducting). Jadi, kalau hujan ada kotoran atau sampah itu bisa nyantol di kabel optiknya. Padahal, sudah saya kasih tahu agar teman-teman Bina Marga itu naruh ducting di atas atau pinggirnya box culvert," ujar Cak Eri, Senin (25/7).
Dia meminta jajaran DSDABM Surabaya untuk segera membuat lelang investasi ducting. Dengan adanya ducting, maka seluruh saluran box culvert di Kota Surabaya tidak akan ada lagi fiber optik yang malang melintang di dalamnya. Dan, pastinya aliran air akan semakin lancar.
Selain itu, kabel yang ada di luar box culvert juga bisa dimasukkan ke dalam ducting agar tidak ada lagi kabel yang mengganggu pemandangan kota. "Nanti semua kabel, mulai fiber optik Telkom, PLN, kabel telepon dan sebagainya bisa masuk ke dalam ducting agar kota ini semakin rapi," terangnya.
Meski pada Desember nanti pengerjaan jalan di atas box culvert belum 100 persen rampung, Cak Eri menekankan agar saluran harus sudah terkoneksi. Dengan begitu, diharapkan ketika hujan deras aliran air sudah bisa terkoneksi dengan yang lain. "Karena ternyata kalau ada banjir ini (saluran) tidak ada koneksi," pungkasnya. (rmt/rek) Editor : Administrator