Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dianggap Lecehkan Agama, Pemkot Tutup Gerai Holywings di Surabaya

Administrator • Selasa, 28 Juni 2022 | 21:40 WIB
Ilustrasi tuntutan penutupan outlet Holywings di Jalan Basuki Rahmat Surabaya oleh salah satu ormas. (Rafika Yahya/JawaPos.com)
Ilustrasi tuntutan penutupan outlet Holywings di Jalan Basuki Rahmat Surabaya oleh salah satu ormas. (Rafika Yahya/JawaPos.com)
SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menutup tempat hiburan Holywings di Kota Pahlawan. Per hari ini, Selasa (28/6), seluruh Holywings di Kota Surabaya dilarang beroperasi. Sanksi ini dijatuhkan sebagai hukuman atas promosi minuman keras beralkohol berbau SARA yang dilakukan oleh kantor pusat Holywings di Tangerang Selatan, Banten.

Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menegaskan, penutupan itu dilakukan untuk memberi pelajaran kepada manajemen Holywings. Cak Ji, sapaan Armuji menyebut Holywings telah melakukan penistaan agama.

”Memang harus diberi pelajaran dengan ditutup. Sebab telah melecehkan penghinaan terhadap agama karena penyebutan Maria dan Muhammad,” kata Armuji kepada Jawapos.com, Selasa (28/6).

"Hari ini (28/6), Satpol PP dan Bakesbangpol Linmas Pemerintah Kota Surabaya telah melayangkan surat penertiban ke manajemen Holywings Surabaya. Sudah benar itu kalau ditutup. (Kami) Sudah kasih surat penertiban ke Holywings,” tandas Armuji lagi.

Ia mengakui penutupan tersebut sebagai buntut dari promo gratis miras beralkohol untuk pengunjung dengan nama Maria dan Muhammad. Politikus PDI Perjuangan itu menilai promo itu menyakiti hati umat Islam dan Kristen. ”Itu memang promo dari Jakarta, tapi menyebar ke seluruh dunia. Di Surabaya juga ada. Ini (penutupan) adalah langkah tegas,” kata Armuji.

Ia menegaskan bahwa Pemkot Surabaya hadir di segala lini. Karena itu penutupan Holywings sebagai bentuk langkah tegas dan responsif dari Pemkot Surabaya atas keresahan masyarakat akibat promo ngawur dari tempat hiburan ini.

”Pemkot Surabaya respons dengan hal sensitif. Ini sensitif sekali karena menyangkut dengan dua nama yang jadi simbol agama Islam dan Katolik,” tutur Armuji.

Ia pun mengingatkan seluruh tempat hiburan dan rumah hiburan umum (RHU) untuk lebih berhati-hati dalam bersikap dan bertindak. Dia meminta kedamaian Surabaya bisa dijaga lebih baik oleh seluruh elemen. "Jangan mencari sensasi dan memicu kontroversi yang berujung pada emosi warga,” ucap Armuji.

Photo
Photo
Pimpinan GP Ansor saat mediasi dengan manajemen Holywings Surabaya di Markas Polrestabes Surabaya, Sabtu (25/6). (ISTIMEWA)

Sebelumnya, Holywings Surabaya memutuskan untuk tutup sementara sejak Minggu (26/6) pasca tuntutan dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Ormas di bawah NU ini melakukan pertemuan dengan perwakilan manajemen Holywings Surabaya di bawah mediasi dari Polrestabes Surabaya, Sabtu (25/6).

Ketua GP Ansor Surabaya, H.M. Faridz Afif mengatakan, dalam pertemuan itu, keduanya menyepakati beberapa hal. Yakni, GP Ansor batal melakukan demonstrasi menuntut penutupan Holywings di Surabaya. Sebagai kesepakatan, Holywings wajib tutup sementara.

”Di sini ada Pemkot Surabaya diwakili Satpol PP, kami Ansor dan Banser Surabaya, menyampaikan tuntutan kepada Holywings Surabaya agar tidak gaduh, supaya kondusif, aman, tentram, dan nyaman,” kata Afif, Senin (27/6).

Afif menyebut, kesepakatan itu berlanjut pada beberapa tuntutan lain dari GP Ansor. Di antaranya, manajemen harus menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh warga. Utamanya pada warga Kota Surabaya.

”Kemudian, Holywings Surabaya wajib berjanji tidak mengulangi lagi. Harus ada janji bahwa manajemen Holywings untuk melakukan tindakan seperti itu. Jika dilakukan lagi, harus tutup permanen,” tegas Afif. (jpc/jay) Editor : Administrator
#Evaluasi Izin Holywings #Holywings Ditutup #armuji #gp ansor #Promo Miras Holywings #pemkot surabaya