Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Soerabaia Heritage Festival Kenalkan Barang Antik Peninggalan Sejarah

Lambertus Hurek • Rabu, 8 Juni 2022 | 02:20 WIB
BERNILAI SEJARAH DAN SENI: Pengunjung mengamati barang-barang antik yang dipamerkan dalam Soerabaia Heritage Festival di Ciputra World Surabaya, Selasa (7/6). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
BERNILAI SEJARAH DAN SENI: Pengunjung mengamati barang-barang antik yang dipamerkan dalam Soerabaia Heritage Festival di Ciputra World Surabaya, Selasa (7/6). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Ada sepeda kuno, uang kuno, sepeda motor, lukisan, guci-guci hingga berbagai pernak pernik peninggalan dari beberapa puluh hingga ratusan tahun yang lalu di hadirkan dalam pameran Soerabaia Heritage Festival di Ciputra World Surabaya, Selasa (7/6).

Ketua pameran dan owner Surabaya Vintage Community, Ali Budiono mengatakan, pertama kali di Indonesia pameran vintage bersinergi dengan museum. Untuk museum yang digandeng yakni Gubug Wayang Mojokerto yang memamerkan sepeda Penny Farthing seri terlengkap.

"Ini salah satu pameran terlengkap di Indonesia dari barang antik mulai dari peninggalan kerajaan sampai sekarang," kata Ali.

Ali menuturkan, untuk peninggalan benda antik sejarah dikemas dalam pameran Pandu Tionghoa Indonesia. "Jadi pandu Tionghoa Indonesia bagian dari kepanduan di Indonesia pertama kali sudah ada sejak tahun 1912 dan cikal bakalnya pramuka," ucapnya.

Sedangkan untuk barang antik mulai dari jadul semuanya ada dan bahkan barang antik termasuk uang kuno juga ada. Seperti uang kuno perak tahun 1600 yang dibawa Belanda itu juga ada di sini.

Tujuannya dari pamerin ini juga untuk meningkatkan orang-orang Tionghoa dari generasi sekarang ini lebih aktif di kepramukaan di Indonesia. Bahwa sejarah orang Tionghoa yang dulu orang pribumi tidak bisa menjadi pandu. Sehingga dengan pandu Tionghoa Indonesia bagian dari kepanduan di Indonesia.

"Kami berharap agar generasi muda, khususnya di Surabaya bisa mengerti dan paham sejarah vintage yang ada di Indonesia. Benda-benda vintage dalam arti benda-benda dari era zaman kerajaan dan dari pedagang Cina seperti Laksamana Cheng Ho masuk ke Indonesia dan itu ada semua sampai zaman dulu tahun 1960 hingga 1990-an," pungkasnya. (jar/nur) Editor : Lambertus Hurek
#pandu tionghoa Indonesia #pameran barang antik ciputra world #vinatge community surabaya #heritage festival surabaya