Ayah Dianny Astrelia, Lutfi mengatakan, Dianny Astrelia merupakan anak terakhir dari empat bersaudara. Ia berangkat wisata ke Dieng, Wonosobo, dan Jogjakarta bersama anak kedua, Gibran, 7, pada Sabtu (14/5).
"Dia ikut bersama anaknya mendadak karena ada seat kosong. Wisata rombongan sama orang pasar," jelas Lutfi, Rabu (18/5).
Pria berpeci ini menambahkan, suami Dianny, Fery, sempat diajak. Namun, karena harus kerja jualan daging di pasar, jadi tidak ikut. "Anak pertama (Arjuna) juga tidak ikut," ucapnya.
Almarhumah Diany sehari-hari kerja jual kerudung di Pasar Benowo. Menurut Lutfi, Dianny merupakan sosok anak yang aktif kegiatan di kampung. Ibu dua anak itu sering ikut acara pengajian dan kegiatan sosial.
"Saya nggak nyangka. Setelah Lebaran kemarin dia dan sekeluarga besar juga ke Solo," bebernya.
Suami korban Dianny, Fery, menambahkan, sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mengurus pemakaman almarhumah istri dan anaknya.
"Saya ucapkan terima kasih, apresiasi kepada pemprov dan pemkot, kepolisian (Polda), kecamatan, Jasa Raharja dan pihak lain yang telah membantu," katanya.
Pihak keluarga Dianny menyerahkan proses penanganan kecelakaan maut sepenuhnya kepada pihak berwajib. (rus/rek) Editor : Lambertus Hurek