Rupanya ramainya penyekar tersebut mulai terasa sejak sepekan terakhir. Beberapa warga yang keluarganya dimakamkan di pemakaman itu berbondong-bondong datang untuk berziarah. Sejumlah petugas juga terlihat membersihkan area makam agar para peziarah nyaman.
"Memang sejak seminggu terakhir ini mulai ramai. Apalagi ini Kamis malam, terlihat lebih banyak di samping akhir pekan seperti Sabtu dan Minggu. Mungkin ini nantinya akan terus meningkat hingga memasuki puasa pertama," ujar Kepala Kantor Makam Ngagelrejo Rudi Hartono.
Rudi menjelaskan, luas area pemakaman tersebut mencapai lima hektare. Makam itu termasuk makam yang begitu padat. Hal itu membuat penyekar menjelang Ramadan cukup banyak dibanding hari biasa. Mereka ada yang datang pagi hari dan sore hari hingga menjelang salat maghrib.
"Nah, untuk megawasi kerumunan biasanya petugas makam dan Satpol PP Kota Surabaya melakukan pengawasan di sore hari. Ya kalau ada yang berkerumum terlalu ramai ditegur, kalau yang tidak memakai masker diingatkan dan diminta memetuhi protokol kesehatan," ujarnya.
Fitri Rahmawati, salah seorang penyekar nampak datang bersama dua adiknya. Dia datang ke makan tersebut untuk berziarah ke makam kakeknya. Wanita yang tinggal di Gresik itu rela jauh-jauh datang menyekar untuk mendoakan sang kakek yang wafat beberapa tahun silam.
Biasanya dia datang bersama orang tuanya. Namun menjelang Ramadan tahun ini, Fitri memilih mengajak kedua adik laki-lakinya. Rencananya dirinya akan kembali berziarah menjelang Idul Fitri dan setelah Idul Fitri.
"Mungkin baru lengkap nanti pas menjelang hari raya dan setelah hari raya. Ini rutin bisanya," katanya.
Banyaknya penyekar di makam tersebut membawa berkah tersendiri bagi penjual bunga makam. Salah satunya dirasakan Imroah. Wanita yang sudah berumur itu mengaku pendapatannya kian meningkat menjelang Ramadan.
Satu paket bunga untuk menyekar cukup murah. Rata-rata antara Rp 5 – 15 ribu. Tergantung kelengkapan bunga dan banyaknya bunga. Banyaknya penyekar juga dirasakan penjual air bunga mawar untuk menyiram makam. Mereka terlihat sibuk melayani penyekar yang silih berganti datang.
"Ya lumayan banyak. Kalau hari biasa tidak terlalu ramai seperti saat ini. Ini kan ada makam Bung Tomo juga. Ya juga kalau menjelang Ramadan seperti saat ini juga lumayan banyak yang ziarah," jelas Lela, salah satu penjual air mawar. (far/nur) Editor : Lambertus Hurek