Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Harga Cabai Rawit Naik di Jatim karena Curah Hujan Tinggi

Lambertus Hurek • Senin, 7 Maret 2022 | 12:00 WIB
NAIK LAGI: Stok cabai rawit di Pasar Keputran, Surabaya, masih aman meski pasokan dari daerah berkurang. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
NAIK LAGI: Stok cabai rawit di Pasar Keputran, Surabaya, masih aman meski pasokan dari daerah berkurang. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Setelah minyak goreng dan kedelai, kini giliran harga cabai rawit di Jawa Timur mulai naik. Kenaikan harga itu diduga akibat curah hujan yang masih tinggi.

Besaran kenaikan harga komoditas cabai rawit ini beragam. Berdasarkan Sistem Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Pemprov Jawa Timur, Minggu (6/3), harga rata-rata cabai rawit Rp 58.914. Harga rata-rata tertinggi di Kota Kediri Rp 69.333 dan harga rata-rata terendah di Kabupaten Lumajang Rp 40.333.

Kenaikan harga komoditas ini juga terpantau pada sejumlah pasar di Surabaya. Jika pada awal Januari 2022 harga komoditas ini Rp 55.000, saat ini menjadi Rp 60 ribu hingga Rp 65 ribu. Di Pasar Genteng harga cabai rawit Rp 65 ribu per kg. Kemudian Pasar Keputran Rp 60 ribu, Pasar Pucang Anom Rp 60 ribu, Pasar Tambak Rejo Rp 60 ribu, dan Pasar Wonokromo Rp 60 ribu.

"Kenaikan harga cabai disebabkan curah hujan tinggi sehingga bunga rontok. Kualitas rendah yang diperkirakan produktivitas menurun," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim Hadi Sulistyo kepada Radar Surabaya, Minggu (6/3).

Hadi mengatakan, ketersediaan cabai rawit mulai Desember 2021 sampai dengan Januari 2022 selalu surplus. Sedangkan Februari dan Maret berdasarkan prognosa diperkirakan surplus. Bulan Januari produksi cabai rawit mencapai 24.273 ton dengan konsumsi hanya 6.091 ton, sehingga surplus 18.182 ton. Produksi Februari mencapai 25.891 ton dengan konsumsi 6.091 ton, sehingga surplus 19.800 ton.

"Pada akhir bulan Maret diperkirakan panen raya cabai rawit di Kabupaten Kediri, Blitar, Tuban, Lamongan, dan Banyuwangi seluas kurang lebih 12 ribu hektare. Jadi, dapat memenuhi kebutuhan bulan Ramadan,” katanya.

Berdasar pantauan di Pasar Gresikan, Surabaya, harga cabai rawit mencapai Rp 90 ribu per kg. Adapun cabai besar Rp 80 ribu, bawang Rp 40 ribu. Salah satu pedagang, Mirah, menyebut naiknya harga cabai juga dibarengi dengan bawang merah serta bawang putih.

"Semua sekarang naik mungkin karena mau bulan puasa. Di mana-mana harga cabai naik," ujarnya.

Sementara harga cabai dan bawang juga terpantau naik di Pasar Pucang, Surabaya. Harga cabai rawit naik dari Rp 50 ribu menjadi Rp 55 ribu per kg. Menurut Yanto, salah satu pedagang, naiknya harga cabai karena menjelang puasa dan musim hujan.

"Stok dari petaninya kurang karena cuaca juga tidak menentu. Biasanya memang naik karena cuaca dan menjelang puasa," jelas Yanto. (mus/rek) Editor : Lambertus Hurek
#cabai rawit naik #harga cabai di Jatim #produksi cabai jatim #gagal panen cabai rawit #sentra cabai rawit jatim