Kedua akun tersebut memuat konten informasi yang diduga cenderung melecehkan KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurahman dan institusi TNI AD. Selain itu, konten informasi yang belum tentu benar kebenarannya itu diunggah ulang di empat akun anonim.
"Dia tidak hanya mengarah pada personal KSAD, tapi institusi TNI juga sudah dilecehkan sedemikian rupa. Bukti-bukti juga sudah ada semua. Misalnya, bubarkan Puspomad, bubarkan TNI, dan lainnya," ujar Koordinator Ormas Masyarakat Peduli Keadilan, yang tergabung dalam Aliansi Ormas Surabaya, Winarto, kemarin (23/2).
Dia menyatakan, sejumlah alat bukti konten informasi yang dianggap melecehkan TNI AD dan KSAD juga sudah dibawa dan dicetak di 11 lembar kertas. "Jumlah akun ada empat sampai lima. Empat yang saya maksud itu, secara organisasi, kalau secara perseorangan ya ini. Ada fotonya dan sudah jelas," paparnya.
Menurut dia, informasi yang dimuat akun medsos tersebut berpotensi mengacaukan keamanan, ketertiban masyarakat dan memecah NKRI. (rus/rek) Editor : Lambertus Hurek