Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pemkot Surabaya Tambah Kapasitas Isoter di Asrama Haji

Lambertus Hurek • Selasa, 15 Februari 2022 | 04:09 WIB
Ruang IGD di Asrama Haji Sukolio, Surabaya, dilengkapi stok okisgen yang cukup untuk pasien covid. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
Ruang IGD di Asrama Haji Sukolio, Surabaya, dilengkapi stok okisgen yang cukup untuk pasien covid. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Pemkot Surabaya menyediakan tempat isolasi terpusat (isoter) untuk pasien Covid-19. Saat ini ratusan warga yang terpapar Covid-19 menjalani isolasi di Asrama Haji Sukolilo. Ada juga yang isoter di dua hotel.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana (Daerah) Surabaya Ridwan Mubarun mengatakan, pihaknya berencana menambah beberapa gedung di Asrama Haji Sukolilo untuk antisipasi lonjakan pasien. "Kami sedang ancang-ancang menambah gedung di Hall E dan C untuk tempat isoter," kata Ridwan, Senin (14/2).

Saat ini Pemkot Surabaya menggunakan Gedung Zam-zam dan Gedung Shofa untuk isoter di asrama haji. Mereka yang diisolasi berstatus gejala ringan dan tak bergejala. "Sejauh ini tren kesembuhannya tinggi. Di tempat isoter itu cepat sembuh. Kami akan mengajukan permohonan penambahan gedung asrama haji," katanya.

Pasien isoter di Asrama Haji Sukolilo, Senin (14/2), pukul 15.00 berkurang lantaran banyak yang sembuh dan dipulangkan. Jumlah penghuni saat ini 276 orang. Sedangkan Senin pagi jumlahnya 362 orang. Artinya, pasien yang keluar atau sembuh mencapai 109 orang. Sedangkan yang masuk ke isoter 24 orang.

Ridwan menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan dua hotel berbayar. Kedua hotel tersebut sudah digunakan. Salah satu hotel ditempati 55 orang pasien isoter. “Sedangkan satunya ada lima orang," ujarnya.

Tempat isoter lain di Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT), menurut Ridwan, belum ditempati alias masih nihil pasien. Namun, pihaknya terus siaga apabila digunakan sewaktu-waktu. "Opsi sementara masih menggunakan asrama haji dan dua hotel. RSLT ini opsi lain apabila tiga tempat tersebut sudah penuh. Mudah-mudahan tidak digunakan," harapnya.

Kasus positif di Surabaya per Senin (14/2) mencapai 3.633 orang. Penambahan kasus aktif mencapai 1.173 orang. Ridwan mengatakan, meski ada kenaikan kasus, tingkat kesembuhan juga tinggi. Angka kesembuhan mencapai 1.105 orang. Sedangkan yang meninggal 8 orang. (rmt/rek) Editor : Lambertus Hurek
#isoter RS Lapangan Tembak #isoter asrama haji sukolilo #kapasitas isoter asrama haji #isoter hotel surabaya