Kepala Dinas Kesehatan Jatim dr Erwin Astha Triyono mengungkapkan, sebanyak 31 orang berasal dari Surabaya, 22 Kota Malang, 5 Sidoarjo, 5 Gresik, 5 Kabupaten Madiun, 5 Kabupaten Malang, 4 Kabupaten Pasuruan, serta masing-masing 1 orang dari Jember, Kota Mojokerto, Lamongan, Pacitan, dan Trenggalek.
“Sebanyak 47,2 persen orang telah dinyatakan sembuh atau selesai menjalani isolasi, sedangkan 52,8 persen lainnya masih menjalani isolasi dengan kondisi mayoritas tanpa gejala atau gejala ringan," ujarnya, Kamis (3/2).
Erwin menambahkan, sebanyak 63 persen yang terinfeksi Omicron adalah mereka yang sudah divaksinasi lengkap dua dosis. Para pasien tidak bergejala sampai bergejala ringan. Artinya, vaksinasi dapat mengurangi tingkat keparahan akibat Covid-19.
"Namun, upaya vaksinasi saja tidak cukup. Harus dibarengi dengan disiplin protokol kesehatan ketat. Hal ini penting dilakukan untuk menjamin seseorang aman dari tertular maupun menularkan Covid-19 kepada orang lain," jelasnya.
Menurut Erwin, berbagai upaya dilakukan Pemprov Jatim untuk mengantisipasi penyebaran Omicron. Mulai dari surveilans ketat Covid-19, mengintensifkan pemeriksaan dan pelacakan kontak erat Covid-19 untuk deteksi dini. Kemudian mengampanyekan protokol kesehatan dengan pendekatan 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan). Juga mengoptimalkan 3T (testing, tracing, treatment).
"Selain itu juga perlu mempertimbangkan faktor ventilasi udara, durasi dan jarak interaksi untuk mengurangi risiko penularan Covid-19, serta mengoptimalkan pelaksanaan surveilans aktif, utamanya pada pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan," jelasnya.
Erwin menambahkan, Pemprov Jatim terus mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk memperkuat kegiatan 3T. Kemudian aktif melakukan pemantauan apabila ditemukan klaster-klaster baru Covid-19. "Protokol kesehatan 5M dan vaksinasi harus berjalan beriringan sebagai kunci untuk melindungi diri dan orang sekitar dari penularan Omicron," tuturnya. (mus/rek) Editor : Lambertus Hurek