Rapat evaluasi tersebut dihadiri Direktur Utama (Dirut) JPR Leak Kustiyo, Dirut JawaPos.com Soegiharto, Wakil Direktur (Wadir) JPR, dan Jawa Pos Koran (JPK) Desy Andriani, Wadir JawaPos.com dan Senior Manager JPK Diyah Shianti Dewi, dan General Manager Temprina Media Grafika Agus Suryo.
Dirut JPR Leak Kustiyo mengatakan, Jawa Pos telah mengalami gairah baru dalam bentuk digitalisasi media. Salah satunya dengan hadirnya Jawa Pos TV. Media elektronik itu dapat menjadi pelengkap dari media yang sudah ada sebelumnya seperti koran dan media online.
Pihak JPR saat ini terus berupaya untuk mengurus segala keperluan agar platform tersebut dapat terus berkembang. Seluruh infrastrukturnya akan terus dilengkapi. Misalnya, menyangkut izin siaran, terutama di daerah-daerah prioritas.
"Kita bersyukur karena di Jawa Tengah sudah dapat izin, di sebagain Jawa Barat juga sudah mengantongi izin, bahkan di Bali juga sudah menerima izin siaran," kata Leak.
Hal tersebut, menurut dia, diharapkan bisa menjadi penyemangat untuk terus bisa memberikan karya-karya terbaik bagi masyarakat. "Bahkan, dua hari lalu, Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil juga datang dalam sebuah program talk show," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Radar Surabaya Lilik Widyantoro selaku tuan rumah menyambut kedatangan para peserta dari berbagai daerah. Mereka berasal dari 19 perusahaan media cetak di bawah naungan JPR. Mulai Radar Bali, Radar Banyuwangi, Radar Madura, Radar Semarang, hingga Radar Solo.
"Harapannya, dari evaluasi ini kita semua bisa menatap tahun 2022 ini dengan semangat agar ke depannya kinerjanya semakin baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya," ujarnya.
Lilik menyebut kegiatan itu sudah melalui asesmen yang sangat ketat dari Satgas Covid-19 Kota Surabaya. Semua peserta wajib mengikuti protokol kesehatan (prokes) yang sudah ditentukan. Misalnya, wajib menyertakan hasil tes swab antigen. Sehingga, kegiatan yang digelar selama dua hari ini diharapkan dapat berjalan sesuai rencana.
"Karena memang selama dua tahun ini rapat triwulan selalu digelar secara daring," jelas Lilik. (far/rek) Editor : Lambertus Hurek