"Itu kami sambut baik (kalau menyerahkan diri) sebagai warga negara yang baik. Dia harus mau mempertanggungjawabkan apa yang dilakukan dan mau mengklarifikasi supaya cepat selesai," jelas Gatot, Kamis (13/1).
Alumnus Akpol 1991 ini berharap, toleransi di wilayah Jatim, khususnya Lumajang, harus dijaga dengan baik. Dalam pengejaran pelaku, Polda Jatim berkoordinasi dengan Polda NTB, Polda Daerah Istimewa Jogjakarta dan Polda Jawa Tengah. "Tujuan untuk mempercepat pencarian yang bersangkutan,” tandasnya.
Sebelumnya, Polda Jatim sudah membentuk tim untuk mencari pelaku penendang sesaji di lokasi erupsi Gunung Semeru, Lumajang. Kasus tersebut videonya viral di media sosial (medsos). "Tim sudah dibentuk untuk melakukan pencarian. Kami juga sudah koordinasikan juga dengan siber untuk mencari tahu. Mungkin dari data yang menaikkan (video) itu, kita bisa dapatkan untuk mencari tahu di mana, pelaku itu melakukan kegiatannya," sebutnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto mengatakan, anggota Polda Jatim datang ke NTB untuk meminta keterangan dari keluarga pria penendang sesajen tersebut. “Jadi, kami dari Polda NTB sifatnya membantu, back-up, dan Polda Jatim sudah menjumpai pihak keluarga (penendang sesajen) di Lombok Timur,” ucap Artanto.
Dari keterangan keluarga, polisi mendapat informasi identitas pria itu berinisial F yang sedang menempuh pendidikan di salah satu universitas di Jogja. “F ini lulusan Madrasah Tsanawiyah di Lombok Timur dan lanjut Madrasah Aliyah di Jogja. Sekarang sedang sekolah S-1 di salah satu universitas di Jogja,” ucap Artantu. (rus/rek) Editor : Lambertus Hurek