Ya, Kota Pahlawan memiliki konsep berbeda dalam pembangunan alun-alun. Tak hanya di ruangan terbuka yang luas, akan tetapi juga ada yang di bawah tanah. Sehingga membuat sensasi berbeda.
Alun-alun bawah tanah tersebut berada di kompleks Balai Pemuda, tepatnya di bawah atau basemen kompleks Balai Pemuda. Untuk masuk ke kawasan ruang bawah tanah alun-alun ada dua akses pintu masuk yang disiapkan. Dari pintu utama disediakan travelator yang di sampingnya juga berhias air mancur dari balik kaca. Begitu turun, pengunjung bakal disuguhi ruang pamer. Sedangkan dari sisi lainnya disuguhi skatepark yang juga berhias seni mural.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya Wiwiek Widayati mengatakan, untuk area utama dibuat multifungsi. Bisa juga menjadi tempat pameran produk tematik serta tersedia untuk co-working space. Luas basemen sekitar 3 ribu meter persegi. Pengerjaan itu menelan anggaran sekitar Rp 68 miliar. "Jadi ini bisa untuk wisata masyarakat sembari melihat suguhan pameran maupun pertunjukan musik," ujarnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, tempat tersebut bisa juga dimanfaatkan para pegiat komunitas dari berbagai macam jenis untuk beraktivitas di sana atau mengadakan acara.
Selain itu, di basemen ini juga bisa dimanfaatkan untuk bazaar. Misalnya, pameran UMKM yang nantinya bakal dijalankan tematik atau bergantung tema yang dijadwalkan.
Warga Kota Surabaya bisa punya jujugan sendiri dan alternatif sesuai selera. Ini akan terintegrasi dengan plaza atas Alun-alun Surabaya di kompleks Balai Pemuda. "Ada bermacam genre yang bisa terfasilitasi di area bawah, basemen itu. Kami juga rencana membuat dome untuk di area plaza Balai Pemuda," ungkapnya. (rmt/nur) Editor : Lambertus Hurek