Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

CCTV Tidak Jelas, Pembunuh Juragan Air Isi Ulang Belum Tertangkap

Lambertus Hurek • Senin, 10 Januari 2022 | 02:05 WIB
REKONSTRUKSI: Tersangka R memeragakan adegan pembunuhan di Randuagung, Lumajang. (IST)
REKONSTRUKSI: Tersangka R memeragakan adegan pembunuhan di Randuagung, Lumajang. (IST)
SURABAYA - Polisi masih memburu pelaku pembunuhan Suyatio, 67, warga Jalan Manukan Tama A3/6, Tandes, Surabaya. Kanit Reskrim Polsek Tandes Iptu Gogot Purwanto mengungkapkan, pihaknya sudah memeriksa empat orang saksi terkait tewasnya juragan isi ulang air mineral itu.

"Empat orang saksi (sudah diperiksa). Bisa bertambah terus nantinya," ujar Gogot, Minggu (9/1).

Iptu Gogot menyatakan, setelah kejadian juga sudah memeriksa CCTV sekitar lokasi kejadian. Namun, gambar nya kurang jelas. "Satu (terduga pelaku). Kami masih cari terus titik CCTV yang ada pergerakan pelaku," terangnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Mirzal Maulana menambahkan, semua tim Satreskrim Polrestabes Surabaya sudah bergerak mencari pelaku. "Tim sudah bergerak. Pelaku, masih didalami," jelasnya.

Alumnus Akpol 2004 ini menyebutkan pemeriksaan CCTV sudah dilakukan di beberapa tempat. Namun, pihaknya belum menyebut ciri-ciri pelaku.

"Itu teknis penyelidikan ya. Yang jelas, tim sudah bergerak semua untuk mengejar pelaku," tegasnya.

Sebelumnya, Suyatio ditemukan tewas bersimbah darah di dalam ruko Jalan Manukan Tama A3/6, Tandes, Surabaya, Jumat (7/1) sekitar pukul 04.30. Korban mengalami luka tusukan senta tajam (sajam) di bagian kepala.

Kapolsek Tandes Kompol Hendry Ibnu Indarto mengatakan, pelaku pembunuhan masih dalam penyelidikan. Korban tinggal bersama istrinya di ruko itu. "Saksi (istrinya) masih hidup. Saat ini masih diperiksa," terangnya.

Dari hasil olah TKP, di lokasi kejadian tidak ditemukan bekas pengerusakan atau pembobolan rumah. Barang berharga milik korban juga tidak ada yang hilang. (rus/rek) Editor : Lambertus Hurek
#pembunuhan manukan tama