Dalam simulasi itu diperagakan kedatangan 20 orang PMI dari luar negeri. Mereka diangkut ke tempat karantina dengan menggunakan bus Damri dan barang diangkut truk. Para PMI itu disemprot oleh petugas kesehatan di dalam tenda. Kemudian menuju ruang tunggu di depan Graha Bir Ali. Pemeriksaan oleh pihak KKP.
Kepala UPT Asrama Haji Sukolilo Sugianto mengatakan simulasi ini dipersiapkan agar ketika PMI datang pada awal Januari 2022 sudah benar-benar siap. Termasuk pengamanannya diperketat. Di setiap gedung dijaga personel TNI. "Kedatangan PMI diperkirakan 1 Januari," kata Sugianto.
Sugianto menjelaskan kamar yang disiapkan berjumlah 327 kamar. Masing-masing kamar diisi dua orang dengan 2 bed. Sehingga total bed yang disiapkan 645 unit. "Kami menggunakan 15 gedung dengan jumlah kamar 327," jelasnya.
Untuk mengantisipasi agar PMI tidak keluyuran selama masa karantina 10 hari akan disiagakan 28 anggota TNI yang siaga di setiap gedung. Para personel tersebut juga akan menjaga pintu utama dan gedung yang dihuni PMI. “Total petugas ada 80 orang plus yang jaga di seluruh area Asrama Haji," ujarnya.
Selain itu, agar menjaga PMI tidak keluar kamar, pihaknya juga memasang WiFi. Sehingga, diharapakan PMI tidak bosan selama berada di dalam kamar. “Mereka kami berikan makan tiga kali sehari dari katering. Dan, itu sudah siap," imbuhnya.
Selain itu, manajemen Asrama Haji juga menyediakan kantin untuk keperluan PMI selama karantina. Sebab, selama ini PMI sering keluar untuk membeli kebutuhan selama dikarantina.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dr Acub Zainal mengatakan, PMI yang masuk ke asrama haji akan dilakukan tes swab. Mereka akan menjalani karantina selama 10 hari.
Acub berharap semua PMI yang pulang ke Jatim hingga ke daerah asal bisa negatif semua hasil swabnya. "Kita doakan negatif dan sehat semua. Nanti yang positif akan langsung dikirim di RSLI Indrapura," ujarnya. (rmt/rek) Editor : Administrator