Salah satu sekuriti Central Park Gunung Anyar Regency Suyitno mengatakan, pelaku ditangkap setelah motor yang dikendarainya menabrak rombong tahu tek. "Pelaku sempat dikejar warga dari arah Tambak Oso. Mungkin gugup sehingga motornya nabrak rombong tahu tek, lalu ditangkap warga," ujar Suyitno di sekitar lokasi kejadian, kemarin.
Setelah tertangkap, pelaku sempat dihajar warga dan diikat di pohon. Suyitno melanjutkan, dua pelaku lolos kabur membawa motor Honda Beat hasil curian.
Warga setempat, Ali, Mashudi menambahkan, pelaku berjumlah tiga orang. Salah seorang pelaku yang memakai motor Suzuki Satria berhasil ditangkap warga setelah motornya dipepet mobil dan menabrak rombong tahu tek.
"Kejadian sekitar pukul 22.30. Yang dua membawa motor beat yang dicuri berhasil lolos," sebutnya. Ia menjelaskan, pelaku memang sempat diikat di pohon untuk menghindari amukan massa dan menunggu polisi datang.
"Nama korbannya tidak tahu. Infonya (motor) dicuri di warung, kepergok korban terus pelaku dikejar," ucapnya.
Dari video yang diterima Radar Surabaya berdurasi 30 detik, pelaku saat diikat di pohon dalam keadaan babak belur sempat diinterogasi warga. Pelaku mengaku warga Ploso, Tambaksari, Surabaya. "Omah kulo Ploso, Mas (rumah saya di Ploso)," ucap pelaku saat diinterogasi warga.
Kapolsek Gunung Anyar Iptu Biadi saat dikonfirmasi membenarkan seorang pelaku curanmor yang sempat ditangkap warga sudah diamankan. "Benar, langsung dikeler ke Mapolsek. Masih dikembangkan," ujar Biadi.
Ia menuturkan, pelaku memang sempat dikejar warga dari kampung kemudian tertangkap di depan rumah toko (ruko) Central Park, Gunung Anyar. (rus/rek) Editor : Administrator