Sebagai kota yang dianggap penting pada masa penjajahan Belanda, fasilitas-fasilitas pendidikan mulai dibangun di kota ini. Yang awalnya hanya dimanfaatkan untuk bangsa Eropa yang tinggal di sini, para bangsawan hingga akhirnya dapat dimanfaatkan oleh pribumi. Hingga akhirnya kini pendidikan di Surabaya cukup maju dan berkembang.
Untuk merangkum dan menggambarkan pendidikan di Surabaya dari masa ke masa itulah maka Pemerintah Kota Surabaya membuka Museum Pendidikan.
Museum yang ada di Jalan Genteng Kali tersebut sengaja dibuka untuk memberikan wawasan generasi muda akan perkembangan pendidikan di Kota Pahlawan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, museum pendidikan menempati gedung bekas peninggalan kolonial Belanda yang dibangun antara tahun 1910-1913. Di museum itu dilengkapi dengan ruang serba guna, ruang matematika, ruang publik, kantin. “Museum itu terkoneksi dengan Taman Ekspresi, serta pemandangan sungai Kalimas,” tuturnya.
Museum Pendidikan berisi 800 barang bersejarah lintas masa, mulai dari masa pendidikan prasejarah sampai pendidikan masa kini. "Penataannya kami bikin storyline dan ditata sesuai kategori, ada tekniknya, teman-teman tim museum yang ahli itu. Kita bikinkan mulai pendidikan pra sejarah, zaman kerajaan, hingga pendidikan masa kini," jelasnya.
Di sana bisa dilihat alat penunjang kegiatan pendidikan pada zaman dahulu hingga saat ini, alat tulis, alat peraga, buku-buku pelajaran juga bisa ditemukan. Segala hal mengenai perkembangan pendidikan di Surabaya ditampilkan di sana. “Termasuk juga sistem pendidikan, kurikulum dan penjelasan seputar metode pendidikan yang pernah digunakan di Surabaya,” pungkasnya. (rmt/nur) Editor : Administrator