Yakni Suroboyo Bus yang menjadi moda transportasi masal kebanggaan warga Surabaya. Sejak dioperasionalkan 7 April 2018 lalu, Suroboyo Bus sudah memikat hati warga Surabaya. Karena pembayarannya yang menggunakan sampah botol plastik, warga Surabaya bisa menaiki bus yang nyaman dibandingkan bus kota sebelumnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad mengatakan, armada Suroboyo Bus secara bertahap bertambah, tahun 2018 berjumlah 8 armada low deck dan 2 armada double deck sumbangan dari salah satu bank.
Kemudian di tahun 2019 Pemkot Surabaya yang masih di bawah kepemimpinan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kembali menambah 10 armada bus low deck. Dan pada tahun 2021 di era Wali Kota Eri Cahyadi bertambah lagi 8 armada low deck yang berasal dari Swedia, sehingga total 28 armada Suroboyo Bus yang melayani warga Kota Pahlawan dalam beraktivitas maupun berwisata.
“Suroboyo Bus sesuai visi misi Kota Surabaya yang merencanakan sustainable transport, khususnya di bidang transportasi, dan juga untuk merealisasikan Kota Surabaya sebagai smart city atau smart mobility,’ jelasnya.
Pada 2022 juga bakal ada kiriman bus, sebanyak 120 bus baru dan ada bus listriknya. Suroboyo Bus mempunyai kapasitas 67 orang. Di setiap bus ada perbedaan warna kursi penumpang untuk memudahkan khusus perempuan, ibu hamil, lansia, maupun umum. Pada bagian depan berwarna merah muda untuk kaum hawa, sedangkan bagian belakang berwarna orange untuk laki-laki. (rmt/nur) Editor : Lambertus Hurek