Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya telah mengujicobakan cara pembayaran dengan tapping (menempelkan kartu), Senin (11/10) di Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ).
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad mengatakan, sesuai visi misi Kota Surabaya yang merencanakan sustainable transport, khususnya di bidang transportasi, dan juga untuk merealisasikan misi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk menjadikan Kota Surabaya sebagai smart city atau smart mobility, maka kali ini Dishub menggandeng perbankan sebagai alternatif pembayaran baru untuk Suroboyo Bus.
“Saat ini kita kembangkan lagi alternatif pembayarannya dengan sistem pembayaran tapping menggunakan kartu tapping seperti yang biasa kita lakukan di tol-tol, sehingga cukup menempelkan kartu ke sebuah alat atau mesin yang sudah kita siapkan,” kata Irvan, Senin (11/10).
Sebelumnya pembayaran Suroboyo Bus dengan menggunakan sampah plastik dan menggunakan Qris. Kini pembayaran sudah mulai beralih ke tapping yang sudah diberlakukan mulai kemarin. Tentunya, sistem pembayaran ini semakin menambah alternatif pembayaran dalam menggunakan jasa layanan Suroboyo Bus.
Selama ini, sistem pembayarannya menggunakan sampah botol plastik, menggunakan pembayaran non tunai melalui scan QRIS, dan kali ini ditambah dengan menggunakan sistem tapping.
“Jadi, kami menghindari transaksi tunai, karena program Bapak Wali Kota juga terus mengembangkan sistem cashless. Kami juga mendukung program Bank Indonesia (BI) tentang Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), dan juga pembayaran semacam ini sangat cocok di tengah pandemi ini, karena tidak ada proses bersentuhan yang dapat memicu tersebarnya Covid-19,” jelasnya.
Selain itu, kini penumpang Suroboyo Bus juga mendapatkan asuransi jiwa selama menaiki bus. Karena Jasa Raharja telah memberikan jaminan perlindungan kepada penumpang dan kru Suroboyo Bus. “Alhamdulillah mulai hari ini kita sudah bisa pakai kartu untuk bayar Suroboyo Bus. Alhamdulillah juga ketika naik angkutan Suroboyo Bus, itu dijamin oleh asuransi. Untuk tarifnya masih sama, yaitu Rp 5 ribu untuk umum dan Rp 2.500 untuk pelajar dan mahasiswa,” ungkapnya. (rmt/nur) Editor : Lambertus Hurek