Dengan adanya tambahan pelayanan gedung RIK 7 ini, Khofifah berharap pasien dapat tertangani dengan baik dan mendapat ruangan layak. “Belajar dari pengalaman sebelumnya, kini pasien tidak lagi seperti kemarin. Sempat tidak kebagian ruang isolasi sehingga harus dirawat di selasar RS,” kata Khofifah.
Adanya RIK 7, Khofifah berharap kasus Covid-19 dapat menurun dan bisa dikendalikan dengan baik. Ia menegaskan, gedung baru ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan menghadapi Covid-19 di Jatim. “Oleh karena itu, di RIK 7 RSUD Dr. Soetomo ini kita tambah ruang ICU, per hari ini ada 29 tempat tidur. Dengan adanya RIK 7, insya Allah kita tangguh, kita tumbuh, bergotongroyong menangani Covid-19,” tegasnya.
Di samping itu, dr. Joni menambahkan, gedung ini sudah bisa dioperasionalkan hari ini, totalnya saat ini ada 745 bed di ruang ICU RIK RSUD dr. Soetomo. “Dengan adanya RIK 7, bertambah 29 bed tambahan untuk ICU. Sementara itu, saat ini jumlah pasien di RSUD dr. Soetomo totalnya ada 192 orang yang sedang dalam perawatan,” jelas Joni.
Selain membuka layanan RIK 7, RSUD dr. Soetomo juga menambah layanan untuk pasien sakit jantung. Pelayanan baru ini berupa mobil keliling untuk memudahkan pelayanan pasien yang mengalami serangan jantung. Menurutnya, selama ini pasien yang mengidap sakit jantung jarang ada yang tertangani dengan baik.
“Pelayanan tersebut nantinya menggunakan aplikasi CSP RSUD Dr. Soetomo. Bila ada pasien mengalami sakit jantung bisa telepon dengan menggunakan aplikasi ini. Nanti kita jemput. Mobilnya lengkap, ada ventilator juga,” urainya.
Bukan itu saja, ada juga klinik obgin untuk melayani pasien ibu hamil dan melahirkan yang positif Covid-19. “Sifatnya melayani. Intinya RSUD Dr. Soetomo dalam kondisi apapun harus melayani masyarakat, salah satunya dengan klinik obgin ini,” pungkasnya. (gin/nur) Editor : Lambertus Hurek