SURABAYA - Sekitar dua pekan setelah kejadian, Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya akhirnya berhasil membekuk tersangka penganiayaan terhadap Jose Marvel, 12, bocah sekolah dasar (SD) hingga meninggal dunia. Wahyu Buana Putra Morita, 46, yang indekos di Jalan Kupang Krajan V-A, Surabaya, ditangkap di sebuah masjid di Tangerang, Banten.
Tersangka terpaksa ditembak kaki kirinya setelah mencoba melarikan diri saat ditangkap. Polisi sempat kesulitan mencari keberadaan tersangka. Ini karena Wahyu berpindah-pindah tempat dalam pelariannya. Hingga akhirnya ia ditemukan berada di Masjid Al-Araaf, Pamulang, Banten.
Saat itu ia bersama kedua anaknya di masjid tersebut. “Tersangka ini tidak memiliki tempat tinggal tetap. Ia beristirahat di toko atau masjid,” kata Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo, kemarin.
Tersangka Wahyu mengaku melihat korban bersama anaknya bermain ponsel di rumah kosnya. Saat itu, timbul niat untuk merampas ponsel korban. Hingga akhirnya ia menghantamkan paving blok yang diambil dari depan kos ke badan korban. “Paving itu dihantamkan dua kali ke arah kepala korban. Kemudian ia mengambil ponsel korban dan melarikan diri,” ujar AKBP Hartoyo.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian mengatakan, tersangka ditangkap bersama kedua anaknya. Namun, saat ini anak tersangka sudah dititipkan. “Anak tersangka sudah dititipkan ke ibu kandung dan neneknya,” katanya.
Tersangka mengaku, saat itu ia melihat korban bersama dua anaknya main game di luar kos. Kemudian korban disuruh main di dalam. Selanjutnya timbul niat untuk merampas ponselnya. Tersangka kemudian mengambil paving blok dan menghantamkan ke arah leher belakang korban sebanyak dua kali.
“Saat itu dia (korban) tidak pingsan. Yang ketiga kali saya merem. Saya tidak tega, kemudian mendengar suara korban ngorok langsung saya ajak anak kabur,” katanya sambil menangis.
Setelah sang bocah terkapar, tersangka mengajak dua anaknya kabur. Dua anaknya saat itu melihat langsung bapaknya menganiaya Jose. “Anak saya kaget dan takut. Saya langsung ajak kabur. Mereka nurut, ikut saya,” katanya. (gun/rek)
Editor : Administrator